Penasihat Trump Desak Serang Iran Sebelum Januari

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Nov 2026, 10:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara kepada awak media sebelum menaiki Marine One di South Lawn Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara kepada awak media sebelum menaiki Marine One di South Lawn Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Sejumlah penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan mendorong percepatan operasi militer berskala besar terhadap Iran sebelum Kongres baru mulai menjalankan tugasnya pada Januari 2027.

Dilansir dari NBC News,Minggu, 8 November 2026, menyebutkan, sejumlah pejabat pemerintahan dan pertahanan telah memperingatkan Trump bahwa kesempatan untuk melancarkan serangan terhadap Teheran semakin terbatas. Hal ini menyusul dominasi Partai Demokrat di Kongres.

Mereka menilai Kongres berpotensi menghambat rencana operasi militer melalui berbagai langkah, mulai dari penyelidikan, pembatasan anggaran, hingga penerbitan resolusi untuk mencegah serangan terhadap Iran.

Trump dilaporkan telah menerima pengarahan terbaru mengenai ancaman Iran beserta sejumlah pilihan operasi militer pada Kamis, 5 November 2026. Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.

Meski demikian, hingga kini Trump belum menetapkan keputusan untuk melancarkan serangan.

Baca Juga: Bulog Raih Penghargaan Kategori Outstanding Food Stabilization & Distribution

Hegseth disebut menjadi salah satu pihak yang terus mendorong presiden agar segera mengambil tindakan militer. Namun, sejumlah penasihat lainnya justru mengingatkan bahwa peningkatan eskalasi dapat mengganggu jalur diplomasi yang tengah diupayakan.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance bersama sejumlah mediator masih melakukan perundingan dengan pemerintah Teheran. Negosiasi tersebut ditujukan untuk mencegah konflik antara kedua negara semakin meluas.

Rencana operasi militer terbaru AS dikabarkan akan memiliki durasi lebih pendek, tetapi dengan intensitas serangan yang lebih tinggi.

Sejumlah sasaran yang berpotensi menjadi target mencakup fasilitas minyak dan gas Iran serta Gunung Pickaxe. Lokasi tersebut diyakini menyimpan komponen yang berkaitan dengan program nuklir Iran.

Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih menyampaikan bahwa Trump masih mempertimbangkan seluruh kemungkinan tindakan yang tersedia untuk menghadapi Iran.

Pejabat tersebut menegaskan bahwa keputusan mengenai langkah yang akan diambil, termasuk waktu pelaksanaannya, sepenuhnya berada di tangan Trump.

 

TERKINI

Load More