Putin Pastikan Rusia, AS, dan Ukraina Gelar Perundingan Damai di Abu Dhabi Pekan Depan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Nov 2026, 09:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Presiden Rusia Vladimir Putin Presiden Rusia Vladimir Putin (President of Rusia)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin memastikan perundingan trilateral yang melibatkan Rusia, Amerika Serikat (AS), dan Ukraina akan kembali digelar pekan depan. Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, mulai Selasa, 10 November 2026.

Dalam pertemuan bersama anggota tetap Dewan Keamanan Rusia, Putin menyampaikan bahwa dirinya telah memanggil sejumlah perwakilan Moskow yang akan mengikuti pembicaraan tersebut.

Mengutip laporan TASS dan Anadolu Agency, Minggu, 8 November 2026, rapat tersebut turut dihadiri sejumlah penasihat Kremlin, di antaranya Vladimir Medinsky, Igor Kostyukov, Yuri Ushakov, Mikhail Galuzin, dan Sergei Ryabkov.

"Mengingat negosiasi diperkirakan akan berlangsung pada Selasa (10/11), saya mengundang rekan-rekan yang akan berpartisipasi dalam pembicaraan ini," ujar Putin.

Media pemerintah Rusia melaporkan bahwa rangkaian perundingan di Abu Dhabi tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari.

Baca Juga: Prabowo Bakal Bertemu Vladimir Putin

Amerika Serikat yang berperan sebagai mediator dalam upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina akan mengirimkan Utusan Khusus AS Steve Witkoff untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Witkoff menjelaskan, agenda pembicaraan mencakup pembahasan mengenai jaminan keamanan, upaya meredakan ketegangan, persoalan kemanusiaan, serta tahapan lanjutan menuju penyelesaian konflik secara damai.

Pihak Kremlin juga telah memastikan keikutsertaan delegasi Rusia. Perwakilan Moskow dalam perundingan tersebut akan dipimpin oleh ajudan kepresidenan Rusia, Vladimir Medinsky.

Serangan Rusia Kembali Telan Korban Jiwa

Rencana perundingan berlangsung di tengah berlanjutnya pertempuran antara Rusia dan Ukraina. Bentrokan kembali meningkat setelah periode gencatan senjata terpanjang kedua negara berakhir di wilayah Kherson, Ukraina selatan.

Pada pekan ini, Rusia dilaporkan melancarkan serangan terhadap sebuah pusat distribusi bantuan di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina tenggara. Serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya 53 orang meninggal dunia.

Insiden itu tercatat sebagai salah satu serangan paling mematikan terhadap warga sipil selama konflik kedua negara berlangsung sekitar 4,5 tahun terakhir.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Rusia menjatuhkan sembilan bom ke lokasi pusat distribusi bantuan tersebut.

Sementara itu, Misi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Ukraina mengecam serangan tersebut. Lembaga itu menilai aksi militer tersebut kemungkinan melanggar ketentuan hukum internasional.

Di tengah meningkatnya korban jiwa dan ketegangan di medan perang, pertemuan di Abu Dhabi menjadi salah satu upaya diplomatik terbaru untuk mendorong deeskalasi serta membuka jalan bagi penyelesaian perang Rusia-Ukraina.