Israel Beri Peringatan ke AS, Sebut Iran Diduga Siapkan Senjata Kimia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Nov 2026, 08:48
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Antara)

Ntvnews.id, Washington DC – Israel telah menyampaikan informasi intelijen kepada Amerika Serikat (AS) mengenai dugaan rencana Iran menggunakan senjata kimia terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai musuhnya. Namun, informasi yang disampaikan Tel Aviv tersebut tidak disertai bukti pendukung sehingga menimbulkan keraguan di kalangan pejabat Washington.

Laporan The New York Times (NYT), yang mengutip sejumlah pejabat AS dan pejabat kawasan Teluk, sebagaimana dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Kamis, 5 November 2026, menyebutkan bahwa Israel memperingatkan Washington mengenai kemungkinan Teheran mempertimbangkan penggunaan senjata kimia terhadap pihak yang menjadi lawannya.

Informasi intelijen tersebut memicu kekhawatiran di lingkungan pemerintahan AS. Meski demikian, muncul perbedaan pandangan di antara para pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump terkait kebenaran informasi dan motif Israel dalam menyampaikan peringatan tersebut.

Sejumlah pejabat di Washington mempertanyakan apakah Iran benar-benar tengah mempersiapkan penggunaan senjata kimia. Mereka juga meragukan sejauh mana Teheran memiliki kemampuan untuk mengerahkan senjata tersebut.

Baca juga: Proyeksi IHSG Kamis 5 November 2026 dan Rekomendasi Saham, Ada ICBP dan UNVR

Meskipun lembaga intelijen AS telah lama memantau kemampuan Iran dalam pengembangan senjata kimia, laporan NYT menyebutkan bahwa belum terdapat kesepakatan di kalangan pejabat Washington mengenai kapasitas Teheran untuk menggunakan senjata tersebut secara efektif maupun kemungkinan negara itu benar-benar akan mengerahkan persenjataannya.

Dalam laporan tersebut, sejumlah pejabat AS menduga peringatan Israel merupakan bagian dari strategi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk meyakinkan Trump agar kembali melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Iran.

Namun, sebagian pejabat lainnya menilai informasi mengenai potensi penggunaan senjata kimia tersebut tetap perlu diperhatikan secara serius.

Peringatan serupa juga telah disampaikan kepada sejumlah negara di kawasan Teluk. Seorang pejabat regional mengatakan kepada NYT bahwa pihak Israel menyampaikan penilaian mengenai upaya Iran mempersiapkan senjata kimianya agar dapat digunakan. Akan tetapi, penilaian tersebut tidak disertai bukti yang mendukung klaim tersebut.

Di sisi lain, pemerintah negara-negara Teluk dilaporkan tidak sepenuhnya mempercayai informasi yang disampaikan Israel.

Bagi sejumlah pejabat AS, informasi intelijen dari Tel Aviv tersebut mengingatkan pada kekeliruan penilaian intelijen mengenai keberadaan senjata pemusnah massal di Irak. Klaim tersebut sebelumnya menjadi salah satu alasan yang digunakan untuk membenarkan invasi militer AS ke negara itu pada 2003.

Perbedaan pandangan mengenai informasi intelijen Israel ini muncul ketika Washington tengah memperhitungkan risiko meningkatnya ketegangan dengan Iran. Setiap keputusan untuk kembali melakukan tindakan militer berpotensi membawa dampak besar terhadap stabilitas dan keamanan kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut sekaligus memperlihatkan tantangan yang dihadapi para pembuat kebijakan AS dalam membedakan peringatan intelijen yang dapat dipercaya dengan informasi yang berpotensi memengaruhi keputusan politik dan militer.