Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui keputusan pemerintahannya melancarkan perang terhadap Iran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kekalahan Partai Republik dalam pemilihan umum sela atau midterm election. Pengakuan tersebut disampaikan Trump setelah Partai Demokrat berhasil meraih kemenangan dalam perebutan kursi Kongres AS.
Dilansir dari Fox News Democracy, Kamis, 5 November 2026, Trump mengawali pernyataannya dengan memberikan apresiasi kepada Partai Demokrat atas keberhasilan mereka memenangkan pemilu Kongres.
Trump menilai kemenangan tersebut merupakan pencapaian yang telah lama dinantikan oleh kubu Demokrat. Meski demikian, ia mengaku tidak terlalu mempermasalahkan hasil tersebut.
"Yah, saya akan katakan ini: selamat kepada Partai Demokrat. Mereka melakukannya dengan baik," kata Trump dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan Fox News, seperti dikutip AFP.
"Mereka telah menantikan momen ini selama 11 tahun, dan akhirnya mereka mendapatkannya. Namun, saya tidak menganggap ini sebagai masalah... Saya bisa bekerja sama dengan mereka dalam banyak hal," lanjutnya.
Baca Juga: Netanyahu Desak Trump Kembali Serang Iran Usai Pemilu Sela AS
Trump juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan ragu menggunakan hak veto apabila terjadi perbedaan kepentingan dengan Partai Demokrat di Kongres.
Salah satu persoalan yang berpotensi memicu perselisihan antara kedua kubu adalah keputusan Trump membawa AS terlibat dalam perang melawan Iran. Sejak awal, Partai Demokrat menentang kebijakan tersebut karena menilai anggaran perang seharusnya dapat dialokasikan untuk kebutuhan domestik yang lebih mendesak, seperti sektor kesehatan dan pendidikan.
Penolakan terhadap konflik dengan Iran juga datang dari masyarakat Amerika secara luas. Sejumlah hasil survei menunjukkan kebijakan perang tersebut tidak populer di kalangan warga AS, terutama karena dampaknya terhadap kenaikan harga minyak.
Menanggapi persoalan tersebut, Trump mengakui konflik berkepanjangan dengan Iran yang memicu lonjakan harga minyak dunia turut memengaruhi perolehan suara Partai Republik dalam pemilu sela.
"Menurut saya, salah satu faktornya adalah Iran, tetapi pada saat yang sama, masyarakat memahami pentingnya langkah-langkah yang telah saya akmbil terkait Iran," ucap Trump.
Berdasarkan hasil penghitungan suara yang dirilis New York Times, Partai Republik diperkirakan hanya memperoleh 44 kursi di Senat. Sementara itu, Partai Demokrat diproyeksikan menguasai 54 kursi.
Kondisi serupa terjadi dalam pemilihan anggota DPR. Partai Republik diperkirakan mendapatkan sekitar 139 kursi, sedangkan Demokrat unggul dengan proyeksi 228 kursi.
Kemenangan Demokrat juga mencatatkan hasil penting di sejumlah negara bagian yang selama ini dikenal sebagai basis kuat Partai Republik. Kansas dan Texas menjadi dua wilayah yang turut mencuri perhatian dalam hasil pemilu sela kali ini.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)