Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi telah melancarkan serangan militer terhadap Pulau Qeshm di Iran pada Senin. Washington menyebut operasi tersebut sebagai langkah pertahanan untuk mengantisipasi potensi serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormus.
Kantor Berita Mehr pada Selasa, 3 November 2026, mengutip laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang menyebut sejumlah pejabat AS telah membenarkan serangan tersebut. Dalam laporan yang sama, Washington juga dikabarkan melakukan sejumlah operasi militer terbatas terhadap Iran dalam beberapa pekan terakhir.
Pejabat AS berdalih bahwa tindakan militer tersebut dilakukan untuk mencegah Iran menyerang kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz. Salah seorang pejabat yang berbicara kepada WSJ menyebut pemerintah Amerika masih menghadapi ancaman terhadap personel militernya di kawasan tersebut.
Konfirmasi serangan juga disampaikan seorang pejabat AS kepada Associated Press (AP). Pejabat yang tidak disebutkan identitasnya itu membenarkan adanya serangan terhadap sejumlah target di Iran, khususnya di sekitar Selat Hormuz, yang diklaim sebagai operasi defensif.
Jaringan televisi Amerika, NewsNation, melaporkan bahwa serangan terhadap Pulau Qeshm diarahkan pada fasilitas radar dan lokasi peluncuran rudal. Informasi tersebut diperoleh dari seorang sumber yang tidak diungkapkan identitasnya.
Baca Juga: KKP Bangun 1.360 Kampung Nelayan pada 2026, Sebanyak 1.269 Titik Masih Dalam Proses
Media itu juga mengutip keterangan pejabat AS yang mengklaim operasi militer tersebut merupakan respons terhadap penggunaan rudal permukaan-ke-udara oleh Iran yang disebut mengancam aset-aset militer Amerika.
Sementara itu, situs berita Axios, yang memiliki akses terhadap sejumlah pengambil kebijakan di Gedung Putih, mengutip seorang pejabat AS yang membenarkan serangan terhadap wilayah selatan Iran.
Pejabat tersebut menyatakan sebuah pesawat militer Amerika menghancurkan peluncur rudal di Pulau Qeshm dalam operasi yang disebut sebagai tindakan membela diri.
Ia juga mengeklaim Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah meluncurkan rudal dari Pulau Qeshm ke arah pesawat tempur AS yang berada di kawasan Selat Hormuz sehari sebelum serangan berlangsung.
CNN International turut memberitakan serangan tersebut dengan mengutip seorang pejabat AS. Dalam keterangannya, operasi militer Amerika terhadap Pulau Qeshm disebut berlangsung secara terbatas dan merupakan tindakan defensif.
Laporan dari sejumlah media Amerika itu muncul ketika situasi keamanan di kawasan Selat Hormuz kembali menjadi perhatian. Meski demikian, informasi mengenai target serangan, alasan operasi, serta rangkaian kejadian yang mendahuluinya masih bersumber dari klaim pejabat AS yang dikutip berbagai media.
Ilustrasi - Para demonstran anti-perang menggelar protes di dekat Gedung Putih menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Washington DC, Amerika Serikat pada 7 April 2026. Di tengah demonstrasi tersebut, Presiden AS Donald Trump (Antara)