Ntvnews.id, Taheran - Militer Iran mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat nirawak atau drone milik Amerika Serikat (AS) di wilayah udara kota pelabuhan Bandar Abbas pada Minggu, 25 Oktober 2026. Drone yang dihancurkan tersebut diketahui berjenis Low-cost Uncrewed Combat Attack System (LUCAS).
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa drone tersebut berhasil dilumpuhkan menggunakan sistem pertahanan udara yang terhubung dengan jaringan pertahanan nasional Iran.
"Sebuah drone LUCAS milik Amerika Serikat ditembak dan dihancurkan di langit Bandar Abbas oleh tembakan sistem Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Darat, di bawah jaringan pertahanan udara terpadu negara," bunyi pernyataan Departemen Hubungan Masyarakat Militer Iran, melansir laporan Tasnim, dilansir dari Anadolu Agency, Senin, 26 Oktober 2026.
Meski mengumumkan keberhasilan operasi tersebut, militer Iran belum menjelaskan secara terperinci waktu pelaksanaan penembakan maupun tujuan penerbangan drone Amerika Serikat itu.
Baca Juga: Rumania Siagakan Jet Tempur F-16 usai Tiga Drone Terdeteksi Dekat Perbatasan Ukraina
Insiden ini berlangsung sehari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington memiliki dua kemungkinan langkah terhadap Iran, yakni melancarkan serangan balasan atau mencapai kesepakatan damai yang baru.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat sejak serangan udara gabungan AS dan Israel menyasar wilayah Iran pada akhir Februari lalu.
Walaupun kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata, situasi keamanan di kawasan Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya masih berada dalam kondisi siaga tinggi.
Menanggapi perkembangan tersebut, Angkatan Darat Iran menegaskan bahwa sistem pertahanan udara di sepanjang pesisir selatan negara itu tetap disiagakan secara penuh. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan pelanggaran wilayah udara oleh pihak asing.
Insiden penembakan drone ini menambah ketegangan di tengah hubungan Washington dan Teheran yang belum sepenuhnya pulih, sementara peluang tercapainya kesepakatan baru masih menjadi salah satu opsi yang disampaikan pemerintah AS.
Ilustrasi - Drone atau pesawat nirawak. ANTARA/Xinhua/pri (Antara)