Trump Isyaratkan Sesuatu Bakal Terjadi dalam Waktu Dekat Usai Negosiasi dengan Iran Mandek

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 07:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat di tengah kebuntuan negosiasi damai antara Washington dan Teheran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di South Carolina pada Rabu, 21 Oktober 2026. Ia menyebut AS dan Iran saat ini tidak sedang melakukan perundingan. Trump juga memberikan sinyal bahwa perkembangan baru terkait konflik kedua negara berpotensi terjadi dalam waktu dekat.

"Tidak, saya rasa kami tidak sedang bernegosiasi," kata Trump saat menghadiri kampanye di South Carolina, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Jumat, 23 Oktober 2026.

"Entah bagaimana caranya, sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat. Sebagian besar orang tampaknya berpikir akan terjadi sesuatu setelah pemilu, kita lihat saja apa yang terjadi," lanjutnya.

Pernyataan itu menjadi perkembangan terbaru dari sikap Trump terkait konflik AS dan Iran. Sebelumnya, ia menyatakan bahwa Washington sebenarnya dapat mengakhiri perang dengan Teheran saat ini. Namun, pemerintah AS ingin memastikan bahwa penghentian konflik tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Putin Usulkan Negosiasi Damai dengan Trump dan Xi untuk Akhiri Perang Ukraina

"Ini akan segera berakhir. Kami bisa mengakhirinya sekarang, tetapi kami ingin memastikan ini berlangsung untuk waktu yang lama," ucap Trump saat pidato di acara yang sama.

Dalam kesempatan tersebut, Trump kembali mengklaim bahwa AS telah mengalahkan Iran, baik dari sisi militer maupun finansial. Ia juga menegaskan ambisinya untuk mencegah Iran mengembangkan atau memiliki senjata nuklir.

Di tengah mandeknya perundingan, sejumlah media AS sebelumnya melaporkan bahwa militer AS dan Israel telah menyiapkan rencana serangan besar-besaran baru terhadap Iran. Operasi tersebut diperkirakan dapat dilancarkan setelah pemilu paruh waktu AS yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Rencana serangan itu disebut-sebut berpotensi melibatkan Mother of All Bombs (MOAB), julukan untuk bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast. Senjata tersebut merupakan salah satu bom konvensional nonnuklir terbesar yang dimiliki militer AS.

Meski demikian, laporan media tersebut mengindikasikan bahwa hingga kini belum ada persetujuan dari Trump untuk melaksanakan serangan baru tersebut.

x|close