Berbeda dengan Trump, Wapres JD Vance Ogah Dukung Netanyahu di Pemilu Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Okt 2026, 09:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance. ANTARA/Celal Gunes/Anadolu/pri. Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance. ANTARA/Celal Gunes/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance memilih tidak memberikan dukungan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pemilihan umum di negara tersebut. Sikap Vance berbeda dengan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Netanyahu.

Dilansir dari AFP, Rabu, 21 Oktober 2026, Vance menegaskan dirinya tidak ingin ikut campur dalam dinamika politik Israel. Ia mengatakan ingin memusatkan perhatian pada pemilihan paruh waktu atau midterm elections di Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Vance saat diwawancarai jurnalis Mark Halperin di pesawat kepresidenan Air Force Two pada Senin, 29 Oktober 2026.

"Saya mendukung kandidat Amerika, dan fokus saya adalah pemilihan paruh waktu. Saya tidak akan terlibat dalam pemilihan Israel," kata Vance.

Vance juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengambil posisi mendukung maupun menentang keputusan Trump yang menyatakan dukungan kepada Netanyahu.

"Saya tidak menentang dukungannya. Saya juga tidak mendukung dukungannya. Saya tidak ikut campur dalam pemilihan umum Israel," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sembilan hari sebelum pemilihan umum Israel berlangsung. Sebelumnya, Trump sempat menunjukkan sikap tidak ingin terlibat dalam kontestasi politik di negara tersebut.

Dalam wawancara dengan majalah Time pada awal Oktober 2026, Trump mengatakan "saya tidak lagi terlibat dalam politik (Israel)."

Baca Juga: Putin Usulkan Negosiasi Damai dengan Trump dan Xi untuk Akhiri Perang Ukraina

Namun, sikap Trump kemudian berubah pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Melalui unggahan di media sosial, ia secara terbuka menyatakan dukungan kepada Netanyahu dan menyebutnya sebagai "Perdana Menteri Pejuang Hebat".

Perbedaan sikap antara Trump dan Vance pun menjadi sorotan menjelang pemungutan suara di Israel. Trump secara terang-terangan mendukung Netanyahu, sedangkan Vance memilih tidak memihak kandidat mana pun.

Sikap Vance juga menarik perhatian karena sebelumnya ia pernah mengunjungi Budapest, Hongaria, untuk memberikan dukungan kepada Perdana Menteri Viktor Orbán menjelang pemilihan umum di negara tersebut. Orbán, yang juga memperoleh dukungan dari Trump, pada akhirnya kalah dalam pemilu.

Menhan AS Kunjungi Israel Jelang Pemilu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump <b>(Antara)</b> Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)

Di tengah dinamika politik menjelang pemilihan umum Israel, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dilaporkan melakukan kunjungan mendadak ke negara tersebut beberapa hari sebelum pemungutan suara.

Informasi mengenai kunjungan itu diperoleh dari dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut serta seorang pejabat AS.

Menurut sumber Israel yang memahami agenda kunjungan tersebut dan sumber lain yang mengetahui persoalannya, Hegseth bertemu dengan Netanyahu serta Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Senin, 19 Oktober 2026 malam.

Kunjungan Hegseth berlangsung ketika hubungan AS dan Israel, termasuk koordinasi kedua negara dalam menghadapi Iran, menjadi perhatian di tengah situasi keamanan kawasan Timur Tengah.

Rangkaian peristiwa tersebut menempatkan hubungan politik Washington dan Tel Aviv dalam sorotan menjelang pemilihan umum Israel. Meski Trump telah menyatakan dukungannya kepada Netanyahu, Vance menegaskan bahwa dirinya memilih berfokus pada agenda politik domestik AS dan tidak akan terlibat dalam pemilihan di Israel.

x|close