AS Mulai Eksplorasi Besar-besaran Minyak dan Gas di Greenland

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 07:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Trump Unggahan Editan Greenland Jadi Wilayah AS Trump Unggahan Editan Greenland Jadi Wilayah AS (Istimewa)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana eksplorasi minyak, gas, dan mineral secara besar-besaran di Greenland. Pulau di kawasan Arktik tersebut merupakan wilayah otonom yang berada di bawah kedaulatan Denmark.

Dilansir dari AFP, Kamis, 15 Oktober 2026, Pengumuman itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social miliknya pada Rabu, 14 Oktober 2026 waktu setempat.

"Eksplorasi besar-besaran untuk gas, minyak, dan mineral akan segera dimulai di wilayah Greenland kita yang baru dan indah!" tulis Trump.

Trump tidak menjelaskan secara terperinci mengenai rencana eksplorasi maupun pihak yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut. Namun, ia mengklaim Greenland memiliki potensi cadangan minyak yang sangat besar berdasarkan penilaian sejumlah pakar.

"Ada para pakar yang menyatakan bahwa jumlah minyak yang mudah didapat jauh lebih besar daripada hampir semua daratan di mana pun di dunia," sebut Trump dalam postingannya.

Baca Juga: Trump Mau Ganti Nama Samudra Atlantik-Pasifik, Usulkan Jadi Samudra Trump

Selain potensi sumber daya alam, Trump menyoroti posisi strategis Greenland bagi kepentingan pertahanan Amerika Serikat dan Eropa. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki nilai penting untuk mendukung kemampuan militer, baik dalam operasi pertahanan maupun ofensif.

"Yang lebih penting lagi, dari segi tujuan keamanan, baik untuk pertahanan maupun ofensif, bagi Amerika Serikat, dan Eropa, wilayah ini tidak ada duanya," ucap Trump.

Ia juga menilai letak Greenland dapat menjadi faktor penting dalam menghadapi potensi serangan terhadap Amerika Serikat di masa mendatang.

"Setiap serangan di masa depan terhadap Amerika Serikat mau tidak mau harus melewati Greenland, di mana sistem pertahanan kita akan secara rutin melumpuhkan drone, rudal, atau bentuk persenjataan lainnya yang bahkan belum pernah terbayangkan sebelumnya.

"Wilayah ini memberikan kita keunggulan dalam hal waktu, lokasi, dan jarak pandang yang tidak dimiliki lokasi lain di mana pun di dunia!"

Pernyataan tersebut muncul setelah Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland menandatangani kesepakatan pada September 2026 untuk meredakan ketegangan. Kesepakatan itu menyusul ancaman Trump sebelumnya untuk mengambil alih Greenland, yang dinilai memiliki kekayaan mineral serta posisi geopolitik strategis.

Melalui kesepakatan tersebut, peran militer Amerika Serikat di Greenland diperluas. Pengaturan itu membuka peluang pembangunan dua pangkalan militer baru serta pengembangan sistem pertahanan rudal Golden Dome yang diusulkan Trump.

Meski memberikan ruang lebih besar bagi kepentingan militer AS, kesepakatan tersebut tetap menegaskan kedaulatan Denmark atas Greenland serta hak masyarakat setempat untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

Rencana eksplorasi sumber daya alam yang diumumkan Trump menambah perhatian terhadap Greenland, yang memiliki posisi strategis di kawasan Arktik. Selain potensi minyak dan gas, wilayah tersebut juga dipandang penting karena kekayaan mineral dan perannya dalam kepentingan keamanan negara-negara Barat.

TERKINI

Load More
x|close