Bandara Riyadh Ditutup Usai Serangan Houthi, AS Batasi Perjalanan Udara Diplomatnya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Okt 2026, 05:58
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat (AS) Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat (AS) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi mengeluarkan imbauan keamanan terbaru menyusul serangkaian serangan kelompok Houthi yang menyasar bandara di negara tersebut. Pegawai pemerintah AS yang bertugas di Arab Saudi kini diwajibkan memperoleh izin khusus dari kedutaan sebelum menggunakan transportasi udara di wilayah itu.

"Pegawai pemerintah AS yang bekerja di Arab Saudi memerlukan izin khusus untuk menggunakan bandara mana pun di Arab Saudi," demikian pernyataan Kedubes AS di Arab Saudi, seperti dilansir dari AFP, Selasa, 13 Oktober 2026.

Imbauan tersebut juga ditujukan kepada warga negara AS. Kedutaan meminta mereka meningkatkan kewaspadaan serta mempertimbangkan dengan cermat penggunaan bandara di Arab Saudi di tengah situasi keamanan yang memburuk.

Kedubes AS menegaskan bahwa izin perjalanan udara bagi pegawai pemerintah AS hanya dapat diterbitkan oleh bagian staf pemerintah di kedutaan tersebut.

Sementara itu, otoritas Arab Saudi memperpanjang penghentian operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh setelah serangkaian serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi. Penutupan bandara tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 15 Oktober 2026.

AFP melaporkan, serangan terhadap bandara itu dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan sedikitnya 18 orang. Sebanyak 13 korban dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu, 11 Oktober 2026.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Ada Rotasi Personel Pemadam Karhutla, Kostrad Ikut Dikerahkan

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mengonfirmasi perpanjangan penghentian aktivitas penerbangan di bandara tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memastikan keamanan fasilitas sebelum operasional kembali dibuka.

Dalam pernyataannya, GACA "mengumumkan perpanjangan penangguhan operasional di Bandara Internasional King Khalid". Otoritas tersebut menjelaskan bahwa keputusan itu diperlukan untuk "menyelesaikan prosedur yang diperlukan guna memverifikasi keselamatan fasilitas dan kesiapan operasionalnya".

Seorang sumber senior di sektor penerbangan yang memantau penerbangan menuju kawasan Teluk mengatakan, penghentian operasional diperkirakan berlanjut selama sisa hari kerja di Arab Saudi. Informasi tersebut merujuk pada pesan yang dikirimkan otoritas penerbangan Saudi kepada maskapai pada Senin, 12 Oktober 2026.

"Mereka memberi tahu kami bahwa penangguhan akan berlangsung setidaknya hingga hari Kamis. Tidak ada penerbangan hingga akhir pekan," ujar sumber tersebut kepada AFP.

Penutupan bandara dan pembatasan perjalanan udara ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Arab Saudi akibat serangan Houthi. Situasi tersebut turut memengaruhi aktivitas penerbangan dan mendorong otoritas terkait meningkatkan langkah-langkah pengamanan.

 
x|close