Nvidia Kehilangan Pasar Chip AI di China, Huawei Makin Mengancam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Okt 2026, 16:41
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi. Nvidia. (Foto: Reuters) Ilustrasi. Nvidia. (Foto: Reuters)

Ntvnews.id, Jakarta - Dominasi Nvidia di pasar chip kecerdasan buatan (AI) China mulai tergerus. 

Pembatasan ekspor Amerika Serikat (AS) dan kemajuan teknologi produsen lokal, terutama Huawei, membuat pangsa pasar raksasa chip asal AS tersebut menyusut pada semester I-2026.

Mengutip laporan Reuters pada Selasa (13/10/2026), berdasarkan data International Data Corporation (IDC), Nvidia mengirimkan 678.000 chip pusat data AI ke China selama enam bulan hingga Juni 2026. 

Jumlah tersebut turun 44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan pengiriman itu turut memangkas pangsa pasar Nvidia di China menjadi 34%. 

Kondisi ini menunjukkan semakin besarnya tantangan yang dihadapi perusahaan tersebut untuk mempertahankan posisinya di salah satu pasar teknologi AI terbesar di dunia.

Salah satu faktor utama yang menekan bisnis Nvidia adalah kebijakan Washington yang masih membatasi penjualan chip AI tercanggih ke China. 

Di sisi lain, Beijing sebagian besar menolak pasokan chip dalam jumlah terbatas yang telah mendapat izin dari pemerintah AS. Akibatnya, ruang gerak Nvidia di pasar China semakin sempit.

Huawei Makin Kuat, Produsen Lokal Ikut Bersaing

Di tengah tekanan terhadap Nvidia, Huawei justru memperkuat posisinya di pasar chip AI domestik. 

Perusahaan teknologi China tersebut mencatatkan pangsa pasar terbesar di antara produsen lokal, yakni 28%, menurut laporan Reuters yang mengutip data IDC.

Huawei bukan satu-satunya perusahaan China yang berupaya menantang dominasi Nvidia. Sejumlah produsen lokal lainnya juga terus mengembangkan chip AI yang semakin canggih.

Unit desain chip Alibaba, T-Head, tercatat menguasai 7% pangsa pasar. Sementara itu, Cambricon meraih 5%, Kunlunxin milik Baidu sebesar 4%, dan Hygon mencapai 3%.

Perkembangan ini memperlihatkan upaya China untuk memperkuat industri semikonduktor dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada teknologi asing di tengah ketegangan perdagangan dan pembatasan ekspor AS.

Persaingan Chip AI Kian Panas

Persaingan di pasar chip AI semakin ketat seiring melonjaknya kebutuhan komputasi untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan. 

Perusahaan-perusahaan di AS maupun China berlomba melatih dan meluncurkan model AI yang semakin canggih.

Kebutuhan tersebut mendorong permintaan terhadap chip berperforma tinggi yang digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI. 

Situasi ini membuka peluang bagi produsen lokal China untuk memperluas pangsa pasar, terutama ketika akses terhadap produk Nvidia dibatasi.

Bagi Nvidia, tantangan di China kini bukan hanya soal kebijakan ekspor AS, tetapi juga meningkatnya kemampuan pesaing domestik. 

Jika tren ini berlanjut, persaingan di pasar chip AI China berpotensi semakin sengit seiring Huawei dan produsen lokal lainnya memperkuat posisi mereka.

x|close