China Beli 1.000 Lebih Ton Emas, Ada Apa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Okt 2026, 08:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi emas batangan. (Antara) Ilustrasi emas batangan. (Antara)

Ntvnews.id, Beijing - China tercatat mengimpor lebih dari 1.000 ton emas batangan dari berbagai negara sepanjang delapan bulan pertama 2026. Langkah tersebut terjadi di tengah kondisi ekonomi domestik yang melambat dan upaya Beijing mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.

Dilansir dari CNBC, Selasa, 13 Oktober 2026, Bank Rakyat China menambah cadangan emas sebanyak 23 ton pada September 2026. Penambahan tersebut menjadi pembelian emas bulanan terbesar negara itu dalam hampir tiga tahun terakhir.

Dengan pembelian yang berlangsung selama 23 bulan berturut-turut, China memperpanjang rekor akumulasi emas terlama sejak setidaknya 2015.

Kebijakan penambahan cadangan emas itu dinilai sebagai salah satu langkah Beijing untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Selain itu, terbatasnya pilihan investasi yang dianggap aman di pasar domestik turut mendorong peningkatan minat terhadap logam mulia.

Kondisi perekonomian China yang belum menunjukkan penguatan signifikan juga membuat emas semakin diminati sebagai aset pelindung nilai. Rumah tangga dan perusahaan di negara tersebut beralih ke emas untuk menjaga nilai kekayaan mereka, sebagaimana dilaporkan CNBC.

Baca Juga: Harga Emas Antam Awal Pekan Naik Dekati Rp2,6 Juta per Gram

Berdasarkan data kepabeanan, pengeluaran China untuk mengimpor lebih dari 1.000 ton emas selama Januari hingga Agustus 2026 mencapai US$158,8 miliar atau sekitar Rp2.843 triliun.

Nilai tersebut jauh melampaui impor emas sepanjang 2025 yang tercatat sebesar US$96,5 miliar atau setara Rp1.728 triliun, dengan volume mencapai 886 ton selama setahun penuh.

Kepala Strategi Emas di State Street Investment Management, Aakash Doshi, mengatakan impor emas untuk memenuhi kebutuhan konsumen China mencapai rekor tertinggi dalam delapan bulan pertama tahun ini.

Menurut Doshi, kenaikan premi harga emas di pasar domestik China menjadi salah satu indikator meningkatnya permintaan terhadap logam mulia tersebut.

Lonjakan premi pada harga emas domestik Tiongkok mengindikasikan "permintaan musiman pada musim dingin yang lebih kuat," ujar Doshi.

Peningkatan pembelian emas oleh China berlangsung ketika harga logam mulia tersebut justru mengalami koreksi. Harga emas dilaporkan merosot lebih dari 8 persen pada September menjadi sekitar US$4.176 per ons, setelah sempat mencetak rekor di atas US$5.500 per ons pada Januari 2026.

Meski harga mengalami penurunan, aktivitas pembelian emas oleh bank sentral dan konsumen China tetap menjadi perhatian pasar global. Langkah tersebut mencerminkan peran emas sebagai instrumen diversifikasi cadangan dan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

TERKINI

China Beli 1.000 Lebih Ton Emas, Ada Apa?

Luar Negeri Selasa, 13 Okt 2026 | 08:05 WIB

China Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi

Luar Negeri Selasa, 13 Okt 2026 | 07:40 WIB

Banjir Bandang Hantam Jalur Pendakian Nepal

Luar Negeri Selasa, 13 Okt 2026 | 07:00 WIB

SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Ada di 5 Lokasi

Metro Selasa, 13 Okt 2026 | 06:55 WIB

Gempa Terekam di Gunung Anak Krakatau Sebanyak 7 Kali

Nasional Selasa, 13 Okt 2026 | 06:53 WIB

Kemlu Imbau WNI di Arab Saudi Jauhi Bandara dan Larang Rekam Rudal

Luar Negeri Selasa, 13 Okt 2026 | 06:35 WIB

Truk Hantam Dapur MBG Sampai Hancur

Metro Selasa, 13 Okt 2026 | 05:36 WIB
Load More
x|close