CEO Bugatti Ungkap Strategi Eropa Hadapi Persaingan Mobil China, Bukan Sekadar Teknologi Canggih

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Okt 2026, 17:32
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Mobil sport Bugatti Chiron terparkir di depan kantor pusat perusahaan, Chateau St. Jean di Molsheim, Prancis, 6 Juni 2019. (Foto: Dok/Arnd Wiegmann/Reuters) Mobil sport Bugatti Chiron terparkir di depan kantor pusat perusahaan, Chateau St. Jean di Molsheim, Prancis, 6 Juni 2019. (Foto: Dok/Arnd Wiegmann/Reuters)

Ntvnews.id, Jakarta - Persaingan industri otomotif global semakin ketat seiring pesatnya perkembangan teknologi dan ekspansi produsen mobil China. 

Di tengah tekanan tersebut, CEO Bugatti Rimac, Mate Rimac, menawarkan pendekatan berbeda bagi produsen mobil Eropa. 

Menurutnya, mereka tidak harus mengikuti setiap tren yang dibawa pesaing China, tetapi perlu kembali menonjolkan keunggulan yang membuat mobil Eropa memiliki karakter tersendiri.

Dikutip dari Carscoops, Jumat (9/10/2026), industri otomotif saat ini tengah mengalami transformasi besar, mulai dari elektrifikasi, perkembangan teknologi kendaraan, hingga perubahan strategi produsen dalam mempertahankan daya saing. 

Namun, bagi banyak merek otomotif tradisional Eropa, meningkatnya persaingan dari China menjadi salah satu tantangan utama.

Ketika sebagian pelaku industri mendorong penerapan tarif atau pembatasan terhadap mobil China, Mate Rimac justru mengusulkan strategi yang berbeda. 

Dia menilai, produsen mobil Eropa perlu mengevaluasi kembali identitas dan keunggulan produknya, alih-alih hanya meniru pendekatan yang digunakan para pesaing.

Mate Rimac: Eropa Tak Perlu Sekadar Meniru Mobil China

Dalam sebuah video yang diunggah melalui Instagram, Rimac mengakui bahwa produsen mobil Eropa menghadapi tekanan besar akibat meningkatnya persaingan dari China. 

Namun, dia mempertanyakan pendekatan yang terlalu berfokus pada upaya meniru strategi para pesaing baru.

Menurut Rimac, produsen otomotif Eropa tidak seharusnya menghabiskan ratusan juta euro untuk berkonsultasi mengenai cara meniru keberhasilan merek China. 

Sebaliknya, mereka perlu mencari keunggulan yang benar-benar membedakan produknya dari kompetitor.

Rimac menyoroti sejumlah tren yang kini banyak ditemukan pada mobil modern, seperti layar berukuran besar, semakin sedikitnya tombol fisik, serta kemampuan pengisian daya yang lebih cepat.

Meski fitur-fitur tersebut memiliki manfaat tersendiri, dia mempertanyakan apakah mengikuti tren yang sama merupakan satu-satunya cara bagi produsen Eropa untuk mempertahankan daya saing.

Sebagai ilustrasi, Rimac menggunakan interior Bentley Arnage untuk menunjukkan bagaimana kualitas material, detail pengerjaan, dan pengalaman pengguna dapat menjadi nilai pembeda sebuah mobil.

Bentley Arnage, yang diproduksi pada 1998 hingga 2009, menawarkan karakter interior yang mengutamakan ventilasi udara dengan konstruksi kokoh, sakelar fisik dengan respons mekanis, karpet tebal, serta penggunaan kulit dan kayu asli.

Bagi Rimac, daya tarik mobil mewah tidak hanya terletak pada satu fitur tertentu. Perpaduan material berkualitas, detail pengerjaan, kenyamanan, dan karakter desain justru menciptakan pengalaman yang sulit disamakan dengan sekadar menambahkan teknologi baru.

Baca Juga: BMW iX3 M60 xDrive Andalkan 612 HP, Isi Baterai 10-80% Hanya 21 Menit dan Jarak Tempuh 754 Km

Belajar dari Industri Jam Tangan Swiss

Rimac juga mengibaratkan masa depan industri otomotif Eropa dengan industri jam tangan Swiss. Menurutnya, produsen Eropa tidak harus berusaha memenuhi kebutuhan seluruh segmen pasar apabila strategi tersebut justru menghilangkan keunikan produk mereka.

Dia menilai, industri otomotif Eropa dapat mempertahankan posisinya dengan berfokus pada segmen tertentu yang sesuai dengan kekuatan dan identitas masing-masing merek.

Dalam pernyataannya, Rimac mencontohkan industri jam tangan Swiss yang mampu membangun reputasi melalui produk dengan karakter, kualitas, dan nilai eksklusif.

Dia menyebut bahwa industri tersebut hanya menyumbang sekitar lima persen dari jumlah jam tangan dunia, tetapi menghasilkan sekitar 90 persen keuntungan industri jam tangan. 

Angka tersebut merupakan perbandingan yang disampaikan Rimac untuk menggambarkan potensi strategi berbasis diferensiasi.

Menurut pendekatan ini, produsen mobil Eropa tidak harus selalu bersaing dalam hal harga, jumlah fitur digital, atau kecepatan pengembangan teknologi. 

Mereka juga dapat memperkuat nilai produk melalui kualitas pengerjaan, desain khas, kemewahan, serta pengalaman berkendara yang berbeda.

Gagasan Rimac Tuai Respons Pelaku Industri Otomotif

Pandangan Rimac tersebut mendapat perhatian luas di media sosial. Saat artikel ini ditulis, video berdurasi sekitar 86 detik yang diunggah ke Instagram dan Facebook telah ditonton sekitar 1,4 juta kali, memperoleh 88.000 tanda suka, serta mengumpulkan lebih dari 2.000 komentar.

Sejumlah tokoh di dunia otomotif, termasuk jurnalis dan kreator konten seperti Chris Harris, Jonny Smith, Harry Metcalfe, Misha Charoudin, dan Aziz Drives, turut memberikan respons yang sejalan dengan gagasan Rimac.

CEO Bentley, Dr. Frank-Steffen Walliser, juga ikut berkomentar dengan nada bercanda. Dia menyarankan Rimac agar tidak terlalu banyak membocorkan strategi Bentley.

Respons tersebut menunjukkan bahwa gagasan untuk mempertahankan karakter khas mobil Eropa menjadi topik yang menarik perhatian di tengah perubahan industri otomotif global.

Mampukah Mobil Eropa Bersaing Tanpa Meniru China?

Gagasan Mate Rimac menawarkan sudut pandang berbeda dalam menghadapi persaingan mobil China. 

Alih-alih hanya mengandalkan tarif atau pembatasan pasar, dia mendorong produsen Eropa untuk kembali mengevaluasi keunggulan yang membuat produk mereka berbeda.

Pendekatan tersebut bukan berarti produsen Eropa harus mengabaikan elektrifikasi, teknologi digital, atau inovasi lainnya. 

Tantangannya adalah menemukan keseimbangan antara mengikuti perkembangan teknologi dan mempertahankan identitas merek.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, kualitas material, ketelitian pengerjaan, desain, serta pengalaman berkendara dapat menjadi bagian dari strategi diferensiasi, terutama bagi merek yang bermain di segmen premium dan mewah.

Namun, strategi tersebut juga memiliki tantangan tersendiri. Produsen mobil Eropa tetap perlu menawarkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen, memiliki harga yang kompetitif, serta mampu mengikuti perubahan teknologi.

Pertanyaannya, apakah semakin banyak produsen otomotif Eropa akan mengikuti pendekatan Mate Rimac dengan memperkuat keunikan produk mereka, atau tetap memilih bersaing secara langsung melalui teknologi dan fitur yang ditawarkan merek China? 

Perkembangan industri otomotif global akan menunjukkan strategi mana yang akhirnya mereka pilih.

x|close