Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir, Prediksi Harga Minyak Turun Tajam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Okt 2026, 12:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkirakan perang melawan Iran akan segera berakhir. Ia juga memprediksi harga minyak dunia bakal turun tajam setelah konflik tersebut berakhir.

"Perang Iran akan berakhir dalam waktu dekat... Segera, karena mereka memang menginginkannya berakhir," kata Trump kepada wartawan di negara bagian Montana, seperti dilansir dari Anadolu Agency,Jumat, 16 Oktober 2026.

Trump menyebut Iran tidak akan memiliki senjata nuklir dan memperkirakan berakhirnya perang akan berdampak pada penurunan harga minyak.

"Mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, dan harga minyak akan anjlok drastis," ucapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump menghadiri kampanye Partai Republik menjelang pemilihan sela AS di Montana pada Rabu, 14 Oktober 2026 waktu setempat. Dalam kesempatan itu, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti pejabat Iran yang sedang berkomunikasi dengan Washington dalam upaya mengakhiri perang.

Baca Juga: Trump Ragukan China dan Rusia Bantu Iran

Trump kembali mengeklaim bahwa kekuatan militer Iran telah mengalami kemunduran besar akibat serangan Amerika Serikat. Ia menyebut Iran kehilangan kemampuan militernya, termasuk kekuatan laut dan udara.

"Mereka tidak punya Angkatan Laut. Mereka tidak punya Angkatan Udara. Angkatan Darat mereka telah hancur lebur. Para pemimpin mereka sudah tidak ada," ujarnya.

Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya mempertanyakan keputusan untuk menyingkirkan para pemimpin Iran karena situasi tersebut membuatnya tidak mengetahui secara pasti pihak yang menjadi lawan negosiasi.

"Seharusnya saya membiarkan para pemimpin mereka tetap ada, karena saya tidak tahu dengan siapa sebenarnya kita bernegosiasi," kata Trump.

Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Lumpuh

Dalam pidatonya, Trump kembali menggambarkan Iran sebagai negara yang sebelumnya memiliki pengaruh dan kekuatan besar di kawasan Timur Tengah. Namun, menurutnya, serangkaian serangan militer AS telah mengurangi kemampuan negara tersebut secara signifikan.

"Iran dulunya adalah bully di Timur Tengah," ucap Trump.

Ia mengklaim serangan Amerika Serikat telah menghancurkan armada Angkatan Laut Iran serta melumpuhkan pesawat-pesawat militernya.

Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump <b>(Antara)</b> Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)

"Anda tahu, mereka tadinya kuat. Sekarang mereka tidak lagi sekuat itu ... Saya katakan, 'kita telah melumpuhkan mereka', padahal mereka memiliki persis 159 kapal (militer). Berapa banyak kapal yang kini karam di dasar laut? Anda tahu, 159 kapal," sebutnya.

Trump juga menyinggung kondisi armada udara Iran. Ia menyatakan ratusan pesawat tempur milik Teheran tidak lagi dapat digunakan akibat serangan yang dilancarkan militer AS.

"Mereka juga memiliki 274 pesawat tempur yang cukup bagus, meski tidak sebagus jet tempur kita. Berapa banyak pesawat tempur yang bisa digunakan saat ini? Nol! Anda tahu di mana pesawat-pesawat itu berada? Semuanya berserakan di sepanjang landasan Iran yang indah. Semuanya hancur berkeping-keping di atas landasan tersebut," ucap Trump.

Klaim Trump tersebut disampaikan di tengah berlangsungnya konflik antara AS dan Iran. Namun, pernyataan mengenai kondisi armada militer Iran itu merupakan klaim dari pihak Trump.

Sebelumnya Isyaratkan Serangan Besar ke Iran

Pernyataan Trump mengenai kemungkinan berakhirnya perang muncul setelah ia sebelumnya mengisyaratkan rencana aksi militer lanjutan terhadap Iran.

Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan membahas kemungkinan serangan besar terhadap Iran sebelum pemilihan sela AS yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026.

Dalam kampanye Partai Republik di Alaska pada Rabu, 14 Oktober 2026, Trump bahkan menyampaikan ancaman mengenai tindakan besar yang berpotensi dilakukan Washington terhadap Teheran.

"Tunggu saja sampai kalian melihat apa yang akan kita lakukan terhadap Iran. Kita akan melakukan sesuatu yang besar," kata Trump, seperti dilansir Anadolu Agency.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintahannya telah kehilangan kesabaran terhadap situasi yang melibatkan Iran.

"Kita sudah muak. Kalian tahu, kita sudah muak," ucapnya.

Pernyataan-pernyataan Trump tersebut memperlihatkan adanya dua sinyal berbeda terkait arah konflik. Di satu sisi, ia menyatakan perang berpotensi segera berakhir dan memperkirakan harga minyak akan merosot. Di sisi lain, ia tetap membuka kemungkinan dilakukannya serangan militer lebih besar terhadap Iran.

x|close