Ukraina Curigai AS Bantu Rusia, Gangguan Starlink Hambat Pertahanan Kyiv

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 06:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, 18 Agustus 2025. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, 18 Agustus 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Kyiv - Ukraina menuding Amerika Serikat (AS) berpotensi membantu Rusia setelah layanan internet satelit Starlink yang digunakan militernya dilaporkan mengalami penurunan kecepatan. Kyiv juga mempertanyakan tidak adanya peringatan dini dari mitra Barat terkait serangan rudal balistik Rusia.

Dilanisir dari AFP, Kamis, 15 Oktober 2026, Tuduhan itu disampaikan saat Rusia kembali melancarkan serangan ke ibu kota Ukraina selama dua malam berturut-turut. Sejumlah rudal balistik dilaporkan menghantam Kyiv sebelum sirene peringatan serangan udara berbunyi.

Serangan terhadap infrastruktur energi turut menyebabkan lebih dari 600.000 warga kehilangan aliran listrik. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangan tersebut, terlebih setelah Presiden AS Donald Trump mengusulkan gencatan senjata yang mencakup fasilitas energi.

"Rusia belum pernah sebelumnya menunjukkan sikap tidak hormat yang begitu mencolok terhadap Amerika Serikat," kata Zelensky.

"Rusia tidak menganggap pernyataan Presiden Amerika sebagai sesuatu yang tegas," lanjutnya.

Zelensky juga menilai tidak adanya peringatan dari negara-negara mitra Barat sebelum peluncuran rudal Rusia sebagai sesuatu yang tidak adil bagi Ukraina.

Ukraina Pertanyakan Pembatasan Starlink

Seorang pejabat senior Ukraina menuduh Washington berada di balik situasi yang dinilai menguntungkan Rusia. Tuduhan tersebut muncul setelah sejumlah terminal Starlink yang digunakan militer Ukraina dilaporkan mengalami penurunan kecepatan koneksi.

"Jelas sekali mereka (Amerika Serikat) membantu Rusia karena alasan tertentu," ujarnya kepada AFP.

Persoalan ini mencuat di tengah laporan mengenai ancaman Washington untuk menghentikan kerja sama intelijen yang selama ini membantu Ukraina mendeteksi potensi serangan Rusia.

Sergiy Beskrestnov, penasihat Zelensky, mengatakan pembatasan layanan Starlink mengurangi kemampuan militer Ukraina dalam menghadapi drone Shahed bermesin jet. Ia menilai jaringan internet satelit tersebut merupakan salah satu sarana paling efektif dalam sistem pertahanan negaranya.

"Melalui tindakan mereka, mitra-mitra kita telah merampas salah satu dari sedikit kesempatan yang kita miliki untuk mempertahankan negara dari serangan pesawat nirawak (drone) Shahed bermesin jet," tulis Beskrestnov melalui Telegram.

Baca Juga: Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakati Gencatan Energi, Zelensky Mengaku Tak Tahu

Meski demikian, Presiden Trump pada Selasa, 13 Oktober 2026, menegaskan bahwa AS masih memberikan bantuan kepada Ukraina. Seorang pejabat pemerintah AS juga menyatakan kebijakan Washington tidak mengalami perubahan.

Uni Eropa turut menyampaikan bahwa pihaknya tidak menemukan indikasi penghentian kerja sama intelijen dengan Ukraina. Hingga kini, belum diketahui apakah keterlambatan informasi peringatan serangan disebabkan perubahan kebijakan, gangguan teknis, atau penggunaan rudal Rusia yang lebih sulit dideteksi.

Pemilik Starlink, Elon Musk, sebelumnya telah menyatakan dukungannya kepada Trump. Sementara itu, Trump mendapat kritik dari sejumlah sekutu Barat setelah mengumumkan kesepakatan pasokan diesel dengan Rusia dan mengusulkan penghentian sementara serangan terhadap infrastruktur energi.

Trump juga mengecam serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia dan bahkan menyarankan agar Zelensky diganti dari jabatannya sebagai presiden.

Kremlin Pantau Sikap Washington

Arsip foto - Tanda  <b>(Antara)</b> Arsip foto - Tanda (Antara)

Pemerintah Rusia menyatakan tengah mengamati kemungkinan perubahan kebijakan AS dalam memberikan dukungan kepada Kyiv. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskwa belum ingin mengambil kesimpulan lebih jauh.

"Kami mencermati semua hal ini dengan saksama. Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan yang bersifat sistemik," kata Peskov.

Di tengah ketegangan tersebut, serangan terbaru Rusia ke Ukraina menewaskan sedikitnya lima orang di Kyiv dan melukai puluhan lainnya. Infrastruktur listrik dan pemanas di Kharkiv juga menjadi sasaran serangan.

Serangan turut dilaporkan terjadi di Zhytomyr, Sumy, dan Chernihiv. Di wilayah Dnipropetrovsk, dua orang dilaporkan tewas, sementara satu korban jiwa lainnya tercatat di Zaporizhzhia.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mendesak negara-negara anggota untuk meningkatkan bantuan pertahanan udara bagi Ukraina menjelang musim dingin. Suhu di negara tersebut diperkirakan dapat turun hingga minus 20 derajat Celsius, sehingga kerusakan fasilitas energi berpotensi memperburuk kondisi warga.

Zelensky, yang dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Inggris Andy Burnham di London, menyatakan Ukraina bersedia menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia. Namun, ia menuding Kremlin telah melewatkan kesempatan untuk mengurangi ketegangan.

Di sisi lain, Rusia melaporkan satu orang tewas akibat serangan drone Ukraina di Balakovo, wilayah Saratov. Otoritas Rusia juga mengklaim telah menjatuhkan hampir 500 drone yang mengarah ke Moskwa serta sekitar 160 drone lainnya di wilayah Rostov.

x|close