Netanyahu Desak Trump Lanjutkan Perang Iran Jelang Pemilu Israel dan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 08:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Benjamin Netanyahu Benjamin Netanyahu (Istimewa)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar melanjutkan perang melawan Iran menjelang pemilu Israel dan pemilihan sela di AS.

Israel dijadwalkan menggelar pemilu pada 27 Oktober 2026, sedangkan pemilihan sela Amerika Serikat akan berlangsung pada 3 November mendatang.

Media Israel Channel 12, mengutip seorang pejabat senior AS, melaporkan bahwa Netanyahu telah berulang kali menghubungi Trump untuk membahas kemungkinan operasi militer berskala besar terhadap Iran. Operasi tersebut disebut akan menyasar instalasi militer dan fasilitas nuklir negara itu.

"Bibi sudah bicara berkali-kali ke presiden dan presiden bilang ke dia, 'Ya, Anda tahu apa, Bibi lanjutkan dan bersiap'," kata pejabat senior AS yang mengetahui persoalan tersebut, sebagaimana dikutip dari Middle East Eye, Kamis, 15 Oktober 2026.

Pejabat itu kemudian menirukan pernyataan Trump mengenai kemungkinan waktu pelaksanaan serangan terhadap Iran.

"Bisa sekarang, bisa nanti, atau tidak sama sekali." jelasnya.

Baca Juga: Netanyahu Diam-diam Bertemu MBZ di UEA, Apa yang Dibicarakan?

Desakan Netanyahu disebut dipicu kekhawatirannya terhadap kemungkinan langkah baru Iran dalam mengembangkan program nuklirnya.

Meski demikian, Channel 12 melaporkan Trump sebelumnya telah menegaskan bahwa dirinya tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pemilu. Kendati demikian, pasukan Israel dan pasukan komando AS dilaporkan tetap berada dalam status siaga tinggi untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan keputusan Trump.

Sejumlah pejabat Israel juga menyebut Netanyahu telah menyampaikan gagasan Trump mengenai kemungkinan operasi militer tersebut kepada jajaran pertahanan Israel. Ia turut menanyakan apakah militer Israel dapat ikut terlibat dalam operasi tersebut.

Kantor Perdana Menteri Israel tidak memberikan banyak penjelasan terkait laporan itu. "Perdana Menteri tak membahas masalah itu," demikian pernyataan kantor Netanyahu.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Operasi militer tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi pertahanan negara itu.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan dan menutup Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan energi global.

Hingga kini, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat masih berlanjut, terutama di kawasan Selat Hormuz. Kedua pihak tetap terlibat aksi saling serang meskipun sebelumnya sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata dan menyusun nota kesepahaman untuk mengakhiri perang.

TERKINI

ASEAN Bahas Kabut Asap Lintas Batas Jelang KTT Manila

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:14 WIB

VIDEO: Detik-detik Mengerikan Ledakan Pasar Cimanggis

Metro Kamis, 15 Okt 2026 | 07:10 WIB

AS Mulai Eksplorasi Besar-besaran Minyak dan Gas di Greenland

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:10 WIB

2 Pemimpin Partai Kecoak India Ditahan usai Terobos Barikade Demo

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:05 WIB

Iran Siaga Hadapi Berbagai Skenario Perang

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:03 WIB

Serangan Rusia Ganggu Listrik 600.000 Warga Ukraina

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 06:15 WIB
Load More
x|close