Arab Saudi Tolak Tawaran Israel untuk Bantu Perangi Houthi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Okt 2026, 05:43
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Arab Saudi Bendera Arab Saudi (Arab News)

Ntvnews.id, Riyadh - Arab Saudi menolak tawaran Israel untuk bekerja sama dalam operasi militer menghadapi kelompok Houthi yang berbasis di Yaman. Penolakan tersebut terjadi ketika Riyadh mendukung operasi militer pemerintah Yaman untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.

Dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 14 Oktober 2026, surat kabar Israel Haaretz mengungkapkan informasi tersebut dalam laporan yang diterbitkan pada Senin, 12 Oktober 2026, dengan mengutip sumber diplomatik anonim.

Menurut laporan itu, Israel berupaya memperoleh persetujuan Arab Saudi untuk bergabung dalam operasi militer melawan Houthi melalui perantaraan Amerika Serikat (AS).

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dilaporkan menolak dorongan tersebut karena tidak berminat menerima bantuan militer dari Tel Aviv. Ia juga disebut khawatir bahwa kerja sama dengan Israel dapat memicu penolakan dari masyarakat Saudi.

Sumber lain yang mengetahui persoalan tersebut menyebut Israel berharap kolaborasi militer dengan Arab Saudi dapat mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang tercapainya kesepakatan normalisasi hubungan pada masa mendatang.

Hingga kini, pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.

Arab Saudi diketahui belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Riyadh juga tetap mempertahankan sikap bahwa normalisasi hubungan dengan Israel harus bergantung pada penyelesaian persoalan Palestina, termasuk terwujudnya negara Palestina.

Baca Juga: Sejumlah Negara Imbau Warganya Hindari Arab Saudi Usai Serangan Houthi

Konflik di Yaman yang sempat mereda selama beberapa tahun setelah kesepakatan gencatan senjata pada 2022 kembali meningkat sejak Juli lalu. Pertempuran kembali pecah antara pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan internasional dan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Dalam perkembangan terbaru, pemerintah Yaman melancarkan operasi militer untuk merebut wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi. Arab Saudi turut mendukung operasi tersebut dengan melancarkan serangan udara terhadap sejumlah sasaran kelompok itu di Yaman.

Houthi kemudian membalas dengan melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi. Sejumlah sasaran yang dilaporkan menjadi target meliputi fasilitas minyak, kapal tanker, hingga bandara sipil.

Pada akhir pekan lalu, serangan mematikan terhadap bandara di Riyadh dilaporkan menewaskan 18 orang. Serangan terhadap wilayah Saudi berlanjut pada Senin, 12 Oktober 2026, ketika koalisi pimpinan Riyadh mengumumkan keberhasilannya mencegat sejumlah rudal yang diluncurkan Houthi, termasuk rudal yang mengarah ke ibu kota Arab Saudi tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya turut mengecam serangan Houthi terhadap bandara Riyadh. Ia menyebut insiden itu sebagai "serangan teroris yang mengerikan".

Netanyahu juga menyampaikan "belasungkawa yang mendalam" dari Israel kepada keluarga korban yang meninggal akibat serangan tersebut.

TERKINI

Load More
x|close