PBB Desak Penyelidikan Serangan terhadap Bandara Internasional Riyadh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Okt 2026, 11:50
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Arsip foto - Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, mendesak dilakukannya penyelidikan terhadap serangan yang menyasar Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi. Ia juga meminta pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam serangan tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Saya sangat prihatin atas serangan berulang yang dilakukan kelompok Houthi terhadap bandara-bandara di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir, yang telah menewaskan dan melukai puluhan warga Arab Saudi dan warga negara asing, khususnya serangan mengerikan kemarin terhadap bandara utama Riyadh," katanya pada Senin, 12 Oktober 2026.

Turk, yang memimpin Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), menegaskan bahwa serangan terhadap penduduk sipil maupun fasilitas sipil bertentangan dengan ketentuan hukum humaniter internasional.

"Serangan-serangan ini dan dugaan pelanggaran lainnya oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik ini harus diselidiki, dan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban," kata Turk.

Baca Juga: PBB Kecam Serangan Houthi ke Bandara Riyadh, 12 Orang Tewas

Ia turut mengingatkan bahwa konflik yang berlangsung telah membawa dampak buruk bagi masyarakat sipil, baik di Yaman maupun Arab Saudi. Menurutnya, permusuhan yang terus berlanjut hanya akan menambah penderitaan tanpa memberikan kepastian mengenai kapan konflik tersebut berakhir.

"Selain kewajiban untuk menghormati prinsip pembedaan dan proporsionalitas, semua pihak harus senantiasa berupaya melindungi warga sipil sesuai dengan hukum humaniter internasional. Saya menyerukan kepada mereka untuk meredakan ketegangan dan mencegah bencana lebih lanjut," tambahnya.

Dalam beberapa hari terakhir, Bandara Internasional Riyadh dilaporkan berulang kali menjadi sasaran serangan. Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi menyebutkan bahwa serangan pada Sabtu, 10 Oktober 2026, menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 orang lainnya terluka.

Sementara itu, serangan pada Minggu, 11 Oktober 2026, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Dubes Yaman di PBB Sebut Houthi Perluas Serangan ke Target Sipil dan Ekonomi Arab Saudi

Serangan tersebut dilaporkan menghantam dua terminal penumpang dan memicu kebakaran di area bandara.

(Sumber: Antara)

x|close