Ntvnews.id, New York - Duta Besar Tetap Yaman untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Abdullah Al-Saadi, menyatakan bahwa kelompok Houthi semakin memperluas serangan terhadap Arab Saudi. Serangan tersebut dilaporkan menyasar bandara, berbagai fasilitas, serta aset sipil dan sektor ekonomi.
Dilansir dari Anadolu, Sabtu, 10 Oktober 2026, Al-Saadi menegaskan bahwa aksi tersebut memperlihatkan karakter asli kelompok Houthi yang tidak ragu menjadikan warga sipil dan institusi penting sebagai sasaran.
Menurutnya, kelompok tersebut sengaja menciptakan kekacauan untuk mengalihkan perhatian dari berbagai pelanggaran dan kejahatan yang telah dilakukan terhadap rakyat Yaman selama bertahun-tahun. Ia menilai tindakan itu dilakukan demi memenuhi kepentingan Iran di kawasan.
Al-Saadi menyampaikan pernyataan tersebut melalui pidato yang dibacakan atas nama Yaman dalam sidang terbuka Dewan Keamanan PBB yang membahas perkembangan situasi di negara tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman, dengan dukungan koalisi yang dipimpin Arab Saudi, terus berupaya menjaga keamanan Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb. Upaya tersebut juga bertujuan melindungi jalur pelayaran strategis yang berperan penting bagi perekonomian dunia.
Baca Juga: Speed Boat Mati Mesin di Perairan Aru, 41 Penumpang Berhasil Dievakuasi
"Jika kebebasan navigasi merupakan kepentingan bersama, maka melindunginya juga merupakan tanggung jawab bersama, dan rakyat Yaman tidak boleh dibiarkan menanggung beban tersebut sendirian," tegasnya.
Lebih lanjut, Al-Saadi mendesak Dewan Keamanan PBB agar mengambil langkah tegas untuk meminta pertanggungjawaban kelompok Houthi atas meningkatnya eskalasi konflik. Ia juga meminta agar berbagai resolusi yang telah ditetapkan dapat diterapkan secara efektif, terutama Resolusi 2216.
Selain itu, ia mendorong DK PBB untuk mengambil tindakan konkret guna memutus jaringan pendanaan dan penyelundupan yang mendukung kelompok Houthi. Langkah tersebut dinilai perlu mencakup penghentian pasokan senjata, teknologi, keahlian, komponen militer, serta barang-barang yang dapat digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer.
Al-Saadi turut menekankan pentingnya meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang memberikan dukungan kepada kelompok Houthi, terutama Iran.
Ia juga menyerukan peningkatan koordinasi dengan Pemerintah Yaman untuk menindak jaringan penyelundupan dan pendanaan yang dinilai turut memperburuk konflik di negara tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Al-Saadi menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan Arab Saudi terhadap Yaman. Dukungan itu mencakup bantuan bagi keberlangsungan lembaga-lembaga negara serta penguatan perekonomian nasional Yaman.
Ia menyebutkan bahwa Arab Saudi juga telah mengalokasikan dana tambahan untuk mendukung anggaran umum Yaman pada awal Oktober ini. Bantuan tersebut diberikan ketika negara itu tengah menghadapi tekanan ekonomi dan kemanusiaan yang sangat berat.
Al-Saadi turut menyambut positif arahan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud sebagai tindak lanjut atas permintaan Presiden Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman, Dr. Rashad Mohammed Al-Alimi.
Arahan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan langkah-langkah untuk menata status warga negara Yaman yang tinggal di Arab Saudi tanpa dokumen atau status resmi. Menurut Al-Saadi, kebijakan itu merupakan inisiatif kemanusiaan yang sangat penting.
Ia menambahkan bahwa dukungan Arab Saudi mencerminkan perlunya tanggung jawab masyarakat internasional terhadap Yaman diperluas. Menurutnya, perhatian dunia tidak cukup hanya berfokus pada penanganan krisis dan dampak keamanan, tetapi juga harus diarahkan pada upaya melindungi rakyat Yaman.
Serangan milisi Houthi terhadap dua bandara di Riyadh, Arab Saudi (Istimewa)