Houthi Serang Sejumlah Wilayah Arab Saudi, Kemlu RI Minta WNI Tingkatkan Kewaspadaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Okt 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan pernyataannya dalam taklimat media di Jakarta Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan pernyataannya dalam taklimat media di Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul serangkaian serangan milisi Houthi di sejumlah wilayah negara tersebut.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan keamanan di Arab Saudi, terutama setelah meningkatnya serangan menggunakan pesawat nirawak atau drone dan rudal.

"KBRI Riyadh juga telah menerbitkan imbauan kepada seluruh WNI di Arab Saudi untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi yang berpotensi menjadi titik kerawanan, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mematuhi arahan otoritas setempat," kata Heni dalam keterangan resmi, Jumat, 9 Oktober 3

Ia juga meminta WNI untuk mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi pemerintah setempat maupun perwakilan diplomatik Indonesia.

"WNI juga diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi maupun Perwakilan RI."

Heni menegaskan, Kemlu RI bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah akan terus mengawasi perkembangan situasi. Langkah-langkah pelindungan juga disiapkan sesuai kebutuhan guna menjamin keselamatan WNI di tengah kondisi keamanan yang belum menentu.

Baca Juga: Detik-detik 4 WNI ABK MT Honour 25 Dibebaskan Lewat Operasi Bersenjata

Dalam beberapa hari terakhir, milisi Houthi melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Arab Saudi dengan menyasar fasilitas strategis. Target serangan tersebut di antaranya Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Serangan itu dilaporkan menyebabkan tiga warga negara asing (WNA) tewas dan 36 orang lainnya mengalami luka-luka. Selain menimbulkan korban, insiden tersebut juga mengganggu operasional di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.

Meski demikian, Kemlu RI menyatakan belum menerima laporan mengenai WNI yang menjadi korban langsung dalam rangkaian serangan tersebut.

"Hingga laporan terakhir yang diterima Kementerian Luar Negeri dari KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak langsung akibat perkembangan situasi keamanan tersebut," kata Heni.

Ia menambahkan, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah terus berkoordinasi serta menjalin komunikasi dengan komunitas WNI di wilayah kerja masing-masing. Upaya tersebut dilakukan untuk memantau kondisi warga Indonesia sekaligus memastikan keselamatan mereka di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Arab Saudi.

x|close