Ntvnews.id, Jakarta - Duta Besar Indonesia untuk Kenya merangkap Somalia Witjaksono Adji mengungkap proses pembebasan empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) MT Honour 25. Para ABK tersebut disebut berhasil diselamatkan melalui operasi bersenjata yang berlangsung di Somalia pada akhir September 2026.
Witjaksono mengatakan, informasi awal yang diterima pihaknya melalui jejaring di Somalia sempat mengindikasikan bahwa pasukan militer negara bagian Puntland hanya melakukan operasi terhadap kapal lain yang sebelumnya dibajak kelompok perompak.
Saat itu, belum terdapat informasi mengenai adanya operasi serupa terhadap MT Honour 25. Namun, perkembangan informasi berikutnya justru mengungkap bahwa pasukan Puntland telah melakukan tindakan bersenjata untuk membebaskan para ABK yang berada di kapal tersebut.
“Tetapi, informasi yang kemudian kami terima justru menyebut operasi penyerangan sudah dilakukan untuk membebaskan para ABK di MT Honour 25,” kata Dubes Witjaksono saat ditemui usai serah terima para ABK WNI kepada keluarganya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Selasa.
Baca Juga: Menhaj dan Dubes Yordania Bahas Kerja Sama Wisata Haji dan Umrah
Menurut Witjaksono, operasi pembebasan tersebut berlangsung pada 29 September 2026. Setelah berhasil keluar dari penyanderaan, para WNI terlebih dahulu menjalani proses pemulihan di wilayah Puntland sebelum akhirnya dipulangkan ke Indonesia.
Ia mengakui informasi mengenai proses penyelamatan para sandera sempat simpang siur. Bahkan, sempat muncul kabar yang menyebut adanya WNI yang menjadi korban dalam operasi pembebasan tersebut.
Kepastian mengenai kondisi para ABK kemudian diperoleh Witjaksono langsung dari Kapten MT Honour 25, Ashari Samadikun (34). Berdasarkan keterangan sang kapten, seluruh ABK WNI berhasil bertahan hidup, meski satu orang mengalami luka akibat insiden tersebut.
“Kami mendapat informasi dari Kapten Ashari mengenai (ABK) yang selamat. Menurut konfirmasi dari beliau, semua ABK WNI dalam kondisi hidup, tetapi ada satu yang terluka,” ujarnya.
Witjaksono menjelaskan, satu ABK yang mengalami cedera terkenatembakan di bagian kaki ketika operasi pembebasan berlangsung. Korban tersebut diketahui bernama Fiki Mutakin (25).
Fiki mengalami luka tembak pada kaki kanannya. Saat tiba di Indonesia, kondisi kakinya masih membutuhkan pemulihan sehingga ia harus menggunakan kursi roda untuk membantu mobilitasnya.
Dalam proses pembebasan tersebut, Witjaksono menegaskan pemerintah Indonesia sejak awal mengutamakan jalur diplomasi.
Operasi bersenjata bukan pilihan utama yang ditempuh pemerintah untuk menyelamatkan para WNI yang ditahan selama hampir enam bulan.
Menurut dia, pemerintah Indonesia melakukan komunikasi dengan berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan kondisi keamanan di wilayah tersebut. Selain pemerintah negara bagian Puntland yang memiliki tanggung jawab atas wilayah laut tempat pembajakan terjadi, komunikasi juga dilakukan dengan pemerintah pusat Somalia, komunitas setempat, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Baca Juga: DPLN GEKRAFS Italia Resmi Dilantik, Dubes Junimart Girsang Dukung Sepenuhnya
Keberhasilan pembebasan tersebut menjadi kabar baik bagi pemerintah Indonesia dan keluarga para ABK. Witjaksono pun menyampaikan rasa syukurnya karena seluruh WNI yang menjadi korban penyanderaan dapat kembali ke Tanah Air dan berkumpul bersama keluarga.
Empat WNI yang telah tiba di Indonesia yakni Kapten Ashari Samadikun asal Gowa, Sulawesi Selatan; Wahudinanto (48) dari Pemalang, Jawa Tengah; Adi Faizal (27) asal Bulukumba, Sulawesi Selatan; serta Fiki Mutakin dari Bogor, Jawa Barat.
MT Honour 25 sebelumnya dilaporkan dibajak di perairan Hafun, Somalia, pada 22 April 2026. Selain empat ABK WNI, kapal tersebut juga membawa 10 awak berkewarganegaraan Pakistan serta masing-masing satu ABK dari India dan Myanmar.
Setelah melalui masa penyanderaan selama hampir enam bulan, keempat WNI tersebut akhirnya berhasil dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia. Pemerintah melalui perwakilan diplomatiknya di kawasan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak hingga proses pemulangan para ABK dapat dilakukan.
(Sumber: ANTARA)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono