Puing Rudal Houthi Jatuh, TK dan Kompleks Klinik Arab Saudi Rusak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Okt 2026, 05:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
SANAA, 28 Februari (Xinhua) -- Pemimpin Houthi, Abdulmalik al-Houthi, pada Sabtu, 28 Maret 2026 malam waktu setempat mengatakan kelompoknya menyatakan solidaritas penuh dengan Iran dan SANAA, 28 Februari (Xinhua) -- Pemimpin Houthi, Abdulmalik al-Houthi, pada Sabtu, 28 Maret 2026 malam waktu setempat mengatakan kelompoknya menyatakan solidaritas penuh dengan Iran dan (Antara)

Ntvnews.id, Riyadh - Serangan rudal yang dilancarkan kelompok Houthi dari Yaman kembali menyebabkan kerusakan di Arab Saudi. Meski berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan, serpihan rudal balistik tersebut jatuh di Riyadh pada Kamis, 8 Oktober 2026 dan merusak sejumlah bangunan, termasuk taman kanak-kanak (TK) serta kompleks klinik medis.

Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan telah mengerahkan tim untuk menangani puing-puing rudal yang berjatuhan di ibu kota tersebut.

"Tim Pertahanan Sipil di Riyadh menanggapi puing-puing dari rudal balistik setelah rudal tersebut dicegat dan dihancurkan," kata juru bicara Pertahanan Sipil, sebagaimana dikutip dari Saudi Press Agency, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Pejabat tersebut menjelaskan bahwa rudal balistik itu diluncurkan oleh kelompok Houthi yang berbasis di Yaman. Kendati berhasil dilumpuhkan sebelum mencapai sasaran, serpihan rudal tetap menimbulkan kerusakan pada bangunan TK dan kompleks fasilitas kesehatan.

Insiden tersebut berlangsung ketika intensitas serangan rudal dan pesawat nirawak atau drone yang dilancarkan Houthi terhadap sejumlah fasilitas strategis di Arab Saudi dilaporkan meningkat.

Baca Juga: GCC Nyatakan Dukungan Penuh untuk Arab Saudi Usai Serangan Rudal Kelompok Houthi

Menurut laporan Middle East Monitor, sasaran serangan kelompok tersebut meliputi bandara, instalasi militer, hingga infrastruktur minyak yang memiliki peran penting bagi negara kerajaan itu.

Di tengah meningkatnya ketegangan, pasukan pemerintah Yaman juga melancarkan operasi militer baru bertajuk "Fajar Yaman" pada pekan ini. Operasi tersebut bertujuan memulihkan fungsi lembaga-lembaga negara sekaligus merebut kembali wilayah yang berada di bawah kendali Houthi.

Konflik antara pemerintah Yaman dan kelompok Houthi telah berlangsung sejak 2014, ketika kelompok tersebut mengambil alih ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi lainnya.

Setahun kemudian, koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Situasi keamanan di Yaman sempat relatif mereda setelah tercapainya gencatan senjata pada 2022. Namun, ketegangan kembali meningkat pada Juli, disertai berlanjutnya aksi militer dan serangan terhadap sejumlah sasaran strategis di kawasan tersebut.

Kerusakan akibat serpihan rudal di Riyadh menunjukkan bahwa upaya mencegat serangan udara tidak selalu menghilangkan risiko terhadap kawasan di sekitarnya. Fasilitas sipil, termasuk sekolah dan layanan kesehatan, tetap berpotensi terdampak ketika puing-puing senjata jatuh di wilayah permukiman.

x|close