Ntvnews.id, Pyongyang - Korea Utara mengklaim telah menguji rudal strategis jarak menengah terbaru yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI) pada Sabtu, 3 Oktober 2026 Klaim tersebut muncul setelah militer Korea Selatan melaporkan adanya peluncuran rudal balistik dari wilayah Korut.
Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, memastikan rudal yang diluncurkan pada pagi hari itu merupakan "rudal strategis jarak menengah".
"Proyektil tersebut mampu mengubah jalur penerbangannya pada ketinggian rendah serta telah terintegrasi dengan teknologi AI," kata Kim, dikutip dari AFP, Senin, 5 Oktober 2026.
Kim Yo Jong tidak menjelaskan secara terperinci mengenai penerapan teknologi AI dalam sistem rudal tersebut.
Namun, ia mengklaim teknologi tersebut membuat rudal hampir mustahil untuk dihindari. Kim juga menyampaikan keyakinan Kim Jong Un bahwa belum ada negara lain yang mampu menguasai teknologi serupa dalam beberapa tahun mendatang.
Klaim tersebut sejalan dengan pernyataan Kim Jong Un sebelumnya yang menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan kecerdasan buatan dalam sistem persenjataan Korea Utara.
Baca Juga: Rusia-Korea Utara Resmikan “Jembatan Cinta” Sepanjang 1 Kilometer
Kim Yo Jong turut mengatakan Korea Selatan berulang kali gagal mendeteksi sasaran ketika Korea Utara menggunakan pola lintasan seperti gelombang (wave-like trajectory), terutama sejak rudal mulai melakukan manuver pertamanya.
Uji coba rudal tersebut berlangsung beberapa hari setelah militer Korea Selatan mendesak Pyongyang meminta maaf atas ledakan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang menyebabkan tiga tentaranya terluka. Seoul sebelumnya menuding Korea Utara berada di balik insiden tersebut.
Namun, Pyongyang membantah terlibat dalam ledakan yang terjadi pada bulan lalu. Korea Utara bahkan mengecam Korea Selatan sebagai "sangat hina". Sikap tersebut semakin memperumit upaya pemerintah sipil Seoul untuk membuka kembali jalur dialog dengan Pyongyang.
Pada Sabtu pagi, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan militernya mendeteksi peluncuran sebuah rudal balistik dari wilayah Wonsan, Korea Utara, menuju Laut Jepang.
Militer Korea Selatan memperkirakan rudal tersebut menempuh jarak lebih dari 700 kilometer. Seoul juga menegaskan bahwa Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang tetap mempertahankan kesiapsiagaan pertahanan melalui koordinasi dan pertukaran informasi secara intensif.
Ilustrasi - Uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasongpho-17 milik Korea Utara, yang disiarkan kantor berita Korea Utara KNA, Jumat (25/3/2022). ANTARA/Korean Central News Agency/Handout via Xinhua/tm/am. (Antara)