BGN Pelajari Program Makan Gratis Jepang untuk Perkuat MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Sep 2026, 17:51
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Kepala BGN Sudaryono (lima dari kiri) dalam audiensi bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia di Jakarta pada Rabu, 23 September 2026 untuk mempelajari praktik baik free meals di negeri Sakura itu untuk perbaikan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN Sudaryono (lima dari kiri) dalam audiensi bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia di Jakarta pada Rabu, 23 September 2026 untuk mempelajari praktik baik free meals di negeri Sakura itu untuk perbaikan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) terus mencari berbagai pengalaman dan praktik baik dari negara lain untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya melalui pembelajaran dari program makan gratis bagi siswa di Jepang.

Kepala BGN Sudaryono membahas pembelajaran tersebut dalam audiensi bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia pada Rabu, 23 September 2026. Menurutnya, pengalaman negara lain dapat menjadi bahan untuk mengembangkan pelaksanaan program makan bagi peserta didik di Indonesia.

"Intinya, kami ingin belajar dari salah satu negara terbaik dalam program free meals atau makan gratis-nya. Kami sedang mempelajari hal-hal yang bisa kita dapat dari program tersebut, mulai dari cara pelaksanaan, penanganan, hingga peran masing-masing pihak," ujar pria yang akrab disapa Mas Dar itu dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Pembelajaran yang dilakukan BGN tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan. Lembaga tersebut juga mempelajari tata kelola program serta keterlibatan sekolah, guru, kepala sekolah, siswa, dan orang tua dalam mendukung keberlangsungan program makan bergizi di Jepang.

Baca JugaBGN Belajar dari Jepang untuk Perkuat MBG

" Kami ingin banyak mendengar, belajar, melihat, kemudian banyak mengadopsi yang baik-baik dan yang bagus-bagus dari banyak sumber, sehingga program free meals kita bisa berjalan sebaik-baiknya di Indonesia," ucap Mas Dar.

Kerja sama Indonesia dengan JICA untuk mempelajari program makan bagi siswa telah berlangsung sejak 2024. Kolaborasi tersebut akan dilanjutkan, salah satunya melalui pengiriman peserta pelatihan ke Jepang untuk melihat secara langsung penyelenggaraan program free meals bagi siswa.

Dalam pertemuan itu, BGN juga mendapatkan pembelajaran mengenai beberapa pola penyediaan makanan yang diterapkan di Jepang.

Mas Dar menjelaskan bahwa makanan untuk siswa di Jepang tidak selalu dimasak langsung di lingkungan sekolah. Selain model tersebut, terdapat sistem central kitchen, yakni makanan dibuat di dapur terpusat sebelum dikirim ke sekolah untuk dibagikan kepada siswa.

Baca JugaKorban Keracunan MBG di Batang Dipastikan Gratis Biaya Perawatan Rumah Sakit

"Ini menjadi satu pelajaran baru. Siapa tahu kita bisa juga meniru dengan langkah-langkah yang barangkali perlu disesuaikan dengan pelaksanaan MBG bagi kita," tuturnya.

BGN menyatakan terbuka terhadap berbagai pengalaman dan inovasi dari pihak lain untuk memperkuat penyelenggaraan MBG. Proses pembelajaran juga tidak terbatas pada Jepang, tetapi mencakup negara-negara lain yang memiliki program sejenis.

"BGN tidak menutup mata bahwa kita ada persoalan, tetapi kita juga tidak boleh menutup mata terhadap inovasi, pengalaman praktik baik dari banyak pihak, termasuk dari negara lain, baik itu Jepang, India, Brasil, maupun banyak negara lainnya," tutur Mas Dar.

(Sumber: Antara)

x|close