BNPB: Karhutla di Bukit Stampol TNGR Capai 127 Hektare, Nihil Korban

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Sep 2026, 12:29
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Kepulan asap kebakaran lahan di kawasan Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat, Rabu, 23 September 2026. Arsip - Kepulan asap kebakaran lahan di kawasan Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat, Rabu, 23 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, JakartaKebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Bukit Stampol, kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, tidak menimbulkan korban jiwa maupun warga terdampak.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan kebakaran di kawasan konservasi tersebut mulai dilaporkan pada Selasa, 22 September 2026, sekitar pukul 18.50 Wita.

"Berdasarkan laporan penanganan per Rabu, 23 September 2026, kebakaran menghanguskan lahan sekitar 127 hektare di Bukit Stampol, Kecamatan Bayan. Tidak terdapat korban jiwa maupun laporan warga terdampak," kata dia.

Menurut Berton, penanganan kebakaran di Desa Bukit Stampol dilakukan secara intensif oleh tim gabungan pemadam dari daerah. Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan kebakaran di kawasan konservasi tersebut.

Baca JugaPrabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sisa 209,78 Hektare Terus Dipadamkan

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat terus berkoordinasi dengan Balai TNGR dan BPBD Kabupaten Lombok Utara. Koordinasi dilakukan untuk memantau kondisi di lapangan sekaligus memastikan titik api tidak menyebar ke wilayah lain.

Baca JugaKemenhut Catat 1.532 Hotspot Karhutla, Terbanyak di Kalimantan Tengah

BNPB juga mengingatkan pengelola taman nasional dan masyarakat yang berada di sekitar lereng Gunung Rinjani agar meningkatkan pengawasan melalui patroli. Kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran juga perlu diperkuat selama kondisi iklim masih kering.

(Sumber: Antara)

x|close