Mantan Dankorbrimob Temui Kapolri Suyudi, Beri Dukungan Penegakan Hukum di Internal Polri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Nov 2026, 12:29
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (2/11/2026). Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (2/11/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah mantan Komandan Korps Brigade Mobil (Dankorbrimob) yang tergabung dalam Paguyuban Keluarga Besar Brimob (PKBB) mendatangi Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 6 November 2026. Kedatangan mereka bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memberikan dukungan kepada kepemimpinan Suyudi.

Kapolri Suyudi menyebut pertemuan tersebut sebagai bentuk perhatian para senior terhadap institusi Polri. Mereka turut menyampaikan bimbingan, masukan, serta dorongan agar jajaran kepolisian tetap solid dalam menghadapi berbagai dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami mendapatkan kunjungan kehormatan dari senior-senior kami, para Dankorbrimob pada masanya,” kata Kapolri Suyudi, dalam keterangan video Divisi Humas Polri, Sabtu, 7 November 2026.

Baca Juga: Viral Jadi Khatib Jumat di Mabes Polri, Kapolri Suyudi Ingatkan Bahaya Kesombongan

Suyudi menilai dukungan dari para mantan Dankorbrimob dan berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kekompakan institusi kepolisian.

“Sampai hari ini, Polri dalam keadaan yang sangat baik, sangat solid, justru kami yakin semakin solid. Ini tentunya tidak lepas dari dukungan, perhatian dari senior-senior dan juga seluruh elemen masyarakat,” ujar Suyudi.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang selama ini ikut membantu menjaga kondisi keamanan tetap terkendali.

Suyudi berharap sinergi antara Polri, TNI, dan masyarakat terus terpelihara sehingga bersama-sama dapat menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

PKBB Apresiasi Gebrakan Kapolri Suyudi

Ketua Umum PKBB sekaligus Dankorbrimob Polri periode 2009–2010, Komjen (Purn) Imam Sudjarwo, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bukan hanya agenda silaturahmi. PKBB juga ingin menyampaikan dukungan terhadap sejumlah kebijakan yang dijalankan Suyudi sejak menjabat sebagai Kapolri.

Imam menyoroti langkah awal Suyudi yang melakukan perombakan besar-besaran di tubuh kepolisian setelah menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

“Yang pertama, kita kaget juga karena baru dilantik beliau sudah melakukan mutasi yang begitu banyak,” ucap Imam.

Menurutnya, mutasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun organisasi kepolisian yang lebih sehat melalui penempatan personel sesuai kapasitas dan jabatan masing-masing.

“Organisasi yang sehat mesti harus diisi orang-orang yang tepat. Ini luar biasa, baru berapa… satu hari, dua hari (menjabat kapolri) bisa melakukan itu,” ucap Imam.

Selain perombakan personel, Imam turut mengapresiasi langkah kepolisian dalam mengungkap dan menindak kasus narkoba berskala besar di sejumlah wilayah.

Ia juga menyoroti keberanian Suyudi dalam menangani dugaan penyadapan ilegal terhadap nomor telepon Presiden Prabowo Subianto yang menyeret sejumlah jenderal Polri.

“Ini luar biasa yang mengagetkan kita semua, ternyata juga pelakunya adalah dari internal Polri sendiri. Ini adalah keberanian beliau,” ujar dia.

Imam menilai pengusutan perkara tersebut menjadi tantangan tersendiri karena aparat harus menindak dugaan pelanggaran yang justru melibatkan anggota dari institusinya sendiri.

"Kalau di Brimob dulu sekali tampil harus berhasil, sekali melangkah pantang menyerah. Ini adalah motto beliau, sehingga beliau dengan cepat melakukan itu. Ini tidak mudah, bagaimana bisa melakukan upaya penegakan hukum tapi pelakunya adalah di internal Polri,” lanjut dia.

Imam menyebut berbagai langkah yang dilakukan Suyudi turut berdampak terhadap kepercayaan masyarakat kepada Polri. Ia mengklaim tingkat kepercayaan publik terhadap institusi tersebut kini mencapai 80 persen.

“Ini luar biasa, ini kebanggaan kita semua dan tentu perlu dukungan tidak hanya dari jajaran kepolisian, Korps Brimob Polri, tetapi juga dari seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Imam.