Ntvnews.id, Moskow - Rusia dikabarkan menyepakati pengiriman 90 unit peluncur rudal canggih kepada Iran di tengah konflik Teheran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Sistem peluncur rudal berpemandu presisi tersebut merupakan perangkat persenjataan yang sebelumnya digunakan militer Rusia dalam perang melawan Ukraina. Nantinya, perangkat itu akan dipasang pada helikopter militer Iran.
Mengutip laporan Financial Times, Minggu, 8 November 2026, menyebutkan bahwa rencana pengiriman tersebut menjadi indikasi semakin luasnya kerja sama militer antara Moskow dan Teheran.
Pesanan yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan itu juga menambah bukti dukungan Rusia terhadap penguatan kemampuan militer Iran. Bantuan Moskow bahkan disebut mencakup program rahasia untuk membantu Teheran mengembangkan rudal jelajah supersonik yang berpotensi mengancam kapal perang Angkatan Laut AS di kawasan Teluk Persia.
Dalam dokumen jadwal produksi industri pertahanan Rusia untuk periode 2024-2025 yang diperoleh FT, tercantum pesanan ekspor sebanyak 90 peluncur tipe APU-L. Pemesan menggunakan kode "K-10", yang diketahui merupakan identitas yang dipakai eksportir senjata milik negara Rusia untuk merujuk kepada Iran.
Baca Juga: Arab Saudi Cegat dan Hancurkan Rudal Jelajah di Wilayah Madinah
Peluncur APU-L tersebut dikembangkan untuk mengoperasikan rudal ringan berpemandu serbaguna buatan Rusia, yakni LMUR atau Izdeliye 305. Persenjataan ini memiliki kemampuan menyerang sasaran secara presisi, termasuk target yang bergerak.
Rudal LMUR mulai digunakan oleh militer Rusia pada 2022 dan telah banyak dioperasikan dalam konflik di Ukraina. Salah satu keunggulannya adalah operator masih dapat mengendalikan rudal ketika berada di udara sehingga arah serangan bisa disesuaikan dengan pergerakan sasaran.
Berdasarkan Worldwide Equipment Guide yang diterbitkan Angkatan Darat AS, sistem peluncur APU-L dirancang untuk digunakan pada helikopter serang Mi-28 buatan Rusia. Setiap unit peluncur memiliki kapasitas membawa dua rudal.
Iran Sudah Terima Helikopter Mi-28 dari Rusia
Iran sebelumnya telah mendapatkan helikopter Mi-28 dari Rusia. Pada November 2023, pejabat Iran mengumumkan bahwa kesepakatan mengenai pengadaan helikopter tersebut telah mencapai tahap finalisasi.
Keberadaan helikopter Mi-28 di Iran juga diperkuat oleh sejumlah foto yang beredar di internet pada Januari 2026. Gambar tersebut memperlihatkan sebuah helikopter Mi-28 berada di fasilitas penerbangan di Teheran.
Sementara itu, dokumen produksi yang menjadi dasar laporan Financial Times diperoleh dari Dallas Analytics, organisasi intelijen swasta yang berbasis di Ukraina.
Dokumen lainnya berupa surat tertanggal Mei 2024 dari perusahaan produsen rudal Rusia, Vympel. Dalam surat tersebut, perusahaan memperingatkan biro pertahanan lainnya bahwa keterlambatan pengadaan komponen peluncur berisiko mengganggu sejumlah kontrak yang sedang berjalan.
Rangkaian dokumen tersebut memberikan gambaran mengenai rencana pengadaan persenjataan Rusia untuk Iran sekaligus memperlihatkan perkembangan hubungan kerja sama pertahanan kedua negara.
Arsip foto - Rudal-rudal yang diproduksi oleh angkatan bersenjata Iran untuk industri pertahanan dipamerkan, sementara pertunjukan paramotor yang menampilkan bendera Iran berlangsung, selama perayaan peringatan ke-47 revolusi 1979 yang dipimpin oleh (Antara)