AS Kembali Serang Iran!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Nov 2026, 09:58
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Para demonstran anti-perang menggelar protes di dekat Gedung Putih menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Washington DC, Amerika Serikat pada 7 April 2026. Di tengah demonstrasi tersebut, Presiden AS Donald Trump Ilustrasi - Para demonstran anti-perang menggelar protes di dekat Gedung Putih menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Washington DC, Amerika Serikat pada 7 April 2026. Di tengah demonstrasi tersebut, Presiden AS Donald Trump (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa militer negaranya kembali melancarkan serangan terbatas ke Iran pada Jumat, 6 November 2026. Operasi tersebut disebut menyasar sistem pertahanan udara milik Teheran.

Berbicara kepada wartawan, Trump mengklaim serangan itu berhasil melumpuhkan sistem pertahanan antipesawat Iran dalam waktu singkat.

"Mereka (Iran) membuat semacam alat anti-pesawat dan kami melumpuhkannya dalam waktu sekitar 15 menit, mungkin lima menit," kata Trump di West Palm Beach, Florida, dikutip AFP, Minggu, 8 November 2026.

Meski menyampaikan klaim keberhasilan operasi tersebut, Trump tidak menjelaskan secara terperinci mengenai lokasi maupun sasaran spesifik yang menjadi target serangan militer AS.

Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan terdengar dua kali ledakan di wilayah Suza, Pulau Qeshm, pada Jumat.

Baca Juga: Trump Unggah Peta Berbendera AS, Meksiko hingga Greenland Diselimuti Simbol Amerika

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak pengintai sekaligus tempur MQ-1 di atas Pulau Qeshm pada hari yang sama.

Selain itu, dua drone pengintai jenis MQM-170 dilaporkan berhasil ditembak jatuh oleh pasukan Iran.

Dalam laporan terpisah, IRGC turut mengklaim telah menghancurkan drone MQ-9 milik Amerika Serikat yang terbang di atas Selat Hormuz.

Hingga kini, belum terdapat informasi mengenai kemungkinan korban jiwa maupun kerusakan material akibat rangkaian insiden tersebut.

Serangan terbaru ini menambah daftar operasi militer AS terhadap Iran sepanjang pekan ini. Sebelumnya, pada Senin, 2 November 2026, militer Washington juga melancarkan serangan terbatas ke Pulau Qeshm dan Hengam yang berada di sekitar Selat Hormuz.

Serangkaian operasi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ancaman serangan militer berskala besar Amerika Serikat terhadap Iran. Washington bahkan dikabarkan mempertimbangkan penggunaan bom penghancur masif atau Mother of All Bombs (MOAB).

Trump diperkirakan berpeluang memerintahkan operasi militer yang lebih besar setelah pelaksanaan pemilihan paruh waktu atau midterm election di Amerika Serikat.