Ntvnews.id, Moskow - Serangan udara Rusia menghantam sebuah pusat distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut sembilan bom dijatuhkan ke lokasi tersebut hingga mengakibatkan 40 orang meninggal dunia.
Serangan itu berlangsung pada Senin, 2 November 2026. Militer Rusia dilaporkan menggempur sebuah gedung bekas sekolah yang selama ini dimanfaatkan sebagai tempat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga setempat.
Zelensky mengatakan serangan tidak hanya menyasar warga yang sedang mengantre untuk mendapatkan bantuan, tetapi juga petugas yang datang untuk melakukan penanganan darurat.
"Mereka pertama-tama menyerang orang-orang yang datang untuk menerima bantuan kemanusiaan, kemudian menyerang petugas tanggap darurat dan aparat kepolisian yang tiba di lokasi kejadian," kata Zelensky dilansir dari CBS News, Jumat, 6 November 2026.
Proses evakuasi korban masih berlangsung hingga Rabu, 4 November 2026 Zelensky memperkirakan lebih dari 30 orang masih terjebak di bawah puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan tersebut.
Baca Juga: Putin Usulkan Negosiasi Damai dengan Trump dan Xi untuk Akhiri Perang Ukraina
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan operasi militer di wilayah tersebut menyasar pasukan Ukraina. Moskow mengklaim serangan itu menewaskan 25 personel militer Ukraina. Rusia juga membantah sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasaran, meskipun sejumlah serangan sebelumnya dilaporkan mengenai bangunan apartemen dan fasilitas sipil lainnya.
Sehari setelahnya, tepatnya Selasa, 3 November 2026, Rusia kembali melancarkan salah satu serangan terbesar tahun ini dengan menyasar infrastruktur energi Ukraina. Serangan tersebut dilaporkan mengenai sejumlah fasilitas di 10 wilayah.
Dampaknya turut dirasakan warga Kyiv. Pasokan air di ibu kota Ukraina itu terganggu sehingga masyarakat kehilangan akses terhadap air bersih di rumah selama lebih dari 16 jam.
Perusahaan penyedia air Kyiv, Kyivvodokanal, mengumumkan bahwa stasiun distribusi air dan pompa limbah di kota tersebut telah kembali beroperasi pada Rabu sore.
Di tengah meningkatnya ketegangan, perwakilan Rusia dan Ukraina dijadwalkan mendatangi Gedung Putih di Amerika Serikat pada Jumat, 6 November 2026. untuk bertemu dengan Ibu Negara AS Melania Trump.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya Melania menjembatani gencatan senjata sementara pada pekan sebelumnya. Kesepakatan itu membuka jalan bagi evakuasi warga sipil dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Oleshky, kota di wilayah selatan Ukraina yang saat ini berada di bawah pendudukan Rusia.
Surat kabar Ukraina Ukrinform melaporkan, Komisaris Hak Asasi Manusia Ukraina Dmytro Lubinets dan Davyd Arakhamiia, pemimpin fraksi parlemen pendukung Zelensky, akan hadir dalam pertemuan tersebut.
Dari pihak Rusia, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut utusan Kirill Dmitriev dan Komisaris Hak Asasi Manusia Yana Lantratova direncanakan menghadiri agenda itu. Namun, persoalan visa berpotensi menghambat perjalanan keduanya.
Zelensky juga menegaskan Ukraina akan memberikan respons terhadap serangan di pusat distribusi bantuan Zaporizhzhia. Ia sekaligus kembali meminta tambahan rudal pencegat dan dukungan persenjataan penting lainnya, sehari setelah Partai Demokrat mengambil alih kendali di kedua majelis Kongres Amerika Serikat.
Melalui unggahan di platform X, Zelensky menyayangkan minimnya reaksi masyarakat internasional terhadap serangan tersebut.
"Sayangnya, hanya ada sedikit reaksi dari dunia internasional terhadap serangan gila ini. Namun, seperti ribuan kejahatan perang lainnya yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina dan rakyat Ukraina, tindakan ini menuntut respons yang tegas," tulis Zelenskyy di platform X.
"Kejahatan akan terus meluas jika dibiarkan tanpa tanggapan. Kami mengharapkan adanya respons-Ukraina sangat membutuhkan dukungan pertahanan udara saat ini. Saya berterima kasih kepada para mitra yang telah mengambil langkah-langkah tersebut." pungkasnya.
Ilustrasi - Bangunan hunian rusak akibat serangan Rusia di Kiev, Ukraina, (6/7/2026). (Antara)