Ntvnews.id, Msokow - Serangan pesawat nirawak atau drone Ukraina menghantam sebuah fasilitas industri di wilayah Nizhny Novgorod, sebelah timur Moskow, Rusia, pada Minggu, 1 Novemebr 2026 dini hari. Serangan tersebut terjadi setelah Kyiv mengklaim telah menyerang salah satu kilang minyak terbesar milik Rusia.
Gubernur Nizhny Novgorod Gleb Nikitin menyampaikan bahwa serangan drone dalam jumlah besar berlangsung sepanjang malam. Insiden itu mengakibatkan kerusakan cukup parah pada sebuah fasilitas industri di Distrik Kstovo.
"Lebih dari 100 drone berhasil dihancurkan," kata Nikitin dalam pernyataannya, seperti dilansir dari AFP, Senin, 1 November 2026.
Nikitin menambahkan, berdasarkan laporan awal, tidak terdapat korban jiwa akibat serangan tersebut. Namun, ia tidak mengungkapkan secara terperinci fasilitas industri yang menjadi target serangan.
Baca Juga: Ukraina Serang Moskow dengan 650 Drone
Di sisi lain, sejumlah media Ukraina melaporkan bahwa sasaran serangan tersebut merupakan Kilang Minyak Kstovo. Fasilitas itu dikenal sebagai salah satu pusat pengolahan minyak terbesar di Rusia yang menghasilkan berbagai produk bahan bakar dan pelumas.
Serangan tersebut menambah daftar infrastruktur energi Rusia yang menjadi target militer Ukraina sejak Moskow melancarkan invasi pada Februari 2022.
Sebelumnya, pada Jumat, 30 Oktober 2026, pemerintah Rusia juga melaporkan adanya serangan Ukraina terhadap sejumlah fasilitas pengolahan minyak di wilayahnya. Serangan tersebut kembali terjadi setelah sempat terhenti selama beberapa hari.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan kepada seorang reporter televisi pemerintah bahwa serangan Ukraina menyasar tiga kilang minyak dan satu kompleks petrokimia gas.
Kyiv selama ini berulang kali melancarkan serangan terhadap fasilitas minyak dan gas Rusia sebagai respons atas serangan Moskow terhadap infrastruktur energi Ukraina.
Serangan terhadap fasilitas energi Rusia juga menjadi perhatian Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam beberapa pekan terakhir, Trump dilaporkan terus meminta pemerintah Ukraina menghentikan serangan terhadap kilang-kilang minyak Rusia.
Trump bahkan menghubungkan serangan tersebut dengan kenaikan harga bahan bakar diesel. Meski mendapat desakan dari Washington, Ukraina tetap melanjutkan operasi militer yang menyasar infrastruktur energi Rusia di tengah perang yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Hari terakhir pemungutan suara pemilu parlemen Rusia diwarnai serangkaian serangan ratusan drone Ukraina di wilayah Moskow (Istimewa)