Polisi Prancis Tangkap 1.800 Demonstran Usai Jarah dan Rusak 1.500 Toko

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 07:21
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
demonstrasi di Prancis/Antara demonstrasi di Prancis/Antara

Ntvnews.id, Paris - Aparat keamanan Prancis menangkap lebih dari 1.800 orang dalam rangkaian demonstrasi yang berlangsung sepanjang akhir pekan hingga Minggu, 18 Oktober 2026. Aksi yang diwarnai bentrokan, pembakaran, dan penjarahan tersebut menyebabkan kerusakan pada ribuan tempat usaha.

Dilansir dari AFP, Senin, 19 Oktober 2026, Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyampaikan melalui unggahan di platform X bahwa sebanyak 1.800 orang telah diamankan. Pihak berwenang kini melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku agar mereka dapat diadili.

Kerusuhan dilaporkan terjadi di sejumlah kota besar, termasuk Paris, Marseille, Lyon, dan Bordeaux. Demonstrasi tersebut dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap kenaikan biaya hidup, terutama sejak perang antara Amerika Serikat dan Iran pecah pada Februari lalu.

Gelombang protes ini juga berkaitan dengan aksi pelajar yang berlangsung selama empat pekan terakhir. Para siswa menyuarakan keluhan mengenai kondisi ruang kelas di sekolah-sekolah Prancis yang dinilai semakin buruk. Sejumlah aksi pelajar sebelumnya juga sempat berakhir ricuh.

Nunez menuding "beberapa ribu orang dari kelompok ultra-kiri" sebagai pihak yang bertanggung jawab atas berbagai kerusuhan. Mereka diduga terlibat dalam bentrokan dengan polisi, pembakaran dan perusakan fasilitas publik, hingga penjarahan toko secara luas pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Besarnya kerusakan akibat aksi tersebut turut menjadi perhatian pemerintah. Nunez mengatakan, "Kerusakan material yang ditimbulkan sangat besar, terutama bagi beberapa ratus pemilik toko," seperti dikutip AFP.

Baca Juga: Wali Kota di Prancis Viral Lindungi Pelajar dari Polisi dalam Aksi Demonstrasi: Mereka Anak Saya

Selain menimbulkan kerugian materi, rangkaian demonstrasi itu juga menyebabkan ratusan personel yang bertugas dalam pengamanan dan penanganan darurat mengalami luka-luka.

Nunez menyebut sekitar 500 orang, yang terdiri atas anggota kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan tenaga paramedis, terluka selama aksi berlangsung. Ia menegaskan bahwa angka tersebut masih dapat berubah seiring perkembangan pendataan.

Pemerintah Prancis menyatakan tidak akan membiarkan situasi keamanan semakin memburuk akibat kerusuhan yang meluas.

Nunez menegaskan bahwa Prancis "tidak akan menyerah kepada pihak-pihak yang ingin memaksakan kekacauan dan kekerasan".

Dampak kerusuhan juga dirasakan sektor perdagangan. Sekitar 1.500 toko dan gerai ritel dilaporkan mengalami kerusakan selama demonstrasi akhir pekan. Sebagian tempat usaha tersebut turut menjadi sasaran penjarahan oleh para pelaku kerusuhan.

Ketua Federasi Ritel dan Perdagangan Prancis Alexandre Bompard memperkirakan kerugian yang dialami para pelaku usaha mencapai "ratusan juta euro". Namun, ia menyatakan bahwa besaran kerugian secara keseluruhan belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung.

Meluasnya demonstrasi dan besarnya dampak kerusakan menambah tekanan terhadap pemerintah Prancis dalam menangani persoalan biaya hidup serta menjaga ketertiban umum. Di tengah tuntutan masyarakat dan meningkatnya eskalasi kekerasan, aparat keamanan masih berupaya mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam kerusuhan tersebut.

x|close