Putin Bantah Rusia Jadi Dalang Demo Besar-besaran di Eropa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Okt 2026, 06:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Vladimir Putin Vladimir Putin (Istimewa)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin menepis tudingan bahwa Moskow berada di balik gelombang demonstrasi besar-besaran yang melanda sejumlah kota di Eropa. Ia menilai tuduhan tersebut berlebihan dan menjadi cara para pemimpin Eropa untuk mengalihkan tanggung jawab atas gejolak yang terjadi di negara mereka.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Rusia VGTRK yang ditayangkan pada Minggu, 25 Oktober 2026, Putin mengaku heran dengan perubahan tuduhan yang disampaikan sejumlah pejabat Eropa. Menurutnya, mereka semula menyalahkan Amerika Serikat sebelum kemudian mengarahkan tudingan kepada Rusia.

"Klaim langsung dilontarkan bahwa peristiwa yang terjadi di Eropa adalah hasil dari aktivitas administrasi Amerika saat ini dan dukungannya terhadap partai serta gerakan sayap kanan," ujar Putin, seperti dilansir dari Saudi Gazette, Senin, 26 Oktober 2026.

Putin menilai sikap awal para pejabat Eropa yang menyalahkan Washington sebagai sesuatu yang "aneh dan sangat tidak terduga". Pasalnya, Amerika Serikat merupakan salah satu sekutu militer utama negara-negara Eropa.

Baca Juga: Prabowo Bakal Bertemu Vladimir Putin

"Namun mereka dengan cepat menyadari hal itu dan beralih kembali ke tuduhan tradisional mereka terhadap Federasi Rusia," tambah Putin.

Ia kembali menegaskan bahwa tudingan Rusia mengatur demonstrasi massal di berbagai negara Eropa tidak masuk akal dan tidak memiliki dasar yang meyakinkan.

Putin juga menuding para pemimpin Eropa tidak bersedia menelaah penyebab utama ketidakpuasan masyarakat. Menurutnya, mereka justru memilih menyalahkan pihak asing daripada mengevaluasi kelemahan kepemimpinan di negara masing-masing.

"Ini buruk. Mengapa? Karena itu berarti mereka tidak menganalisis peristiwa, tidak mencari penyebab dari apa yang terjadi, melainkan hanya mengalihkan kesalahan kepada seseorang-pertama AS, dan sekarang Rusia," tegas Putin.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya aksi demonstrasi yang digerakkan mahasiswa di Prancis. Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan sosial juga meluas di sejumlah negara Eropa, seiring munculnya berbagai aksi protes di kawasan tersebut.

x|close