Heboh Isu Pertemuan Dino dan Saiful, Kedubes Singapura Buka Suara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Okt 2026, 05:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Singapura Singapura (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Kedutaan Besar Singapura di Indonesia membantah kabar yang menyebut Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani bertemu dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng. Pihak kedutaan menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak pernah berlangsung.

"Kunjungan itu [Dino & Saiful ke Dubes Singapura] tidak pernah terjadi," kata Kedubes Singapura dalam keterangannya, Minggu, 25 Oktober 2026.

Kedutaan Besar Singapura menyebut informasi yang beredar tersebut sebagai disinformasi. Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) untuk menangani persoalan tersebut.

"Ini jelas merupakan disinformasi, yang akan ditangani oleh Kedutaan Besar dengan bekerja sama bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia," ucap dia.

Kabar mengenai dugaan pertemuan tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial, di tengah dinamika hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura. Dino Patti Djalal juga telah memberikan klarifikasi untuk membantah informasi tersebut.

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu menyebut kabar yang beredar sebagai informasi fiktif. Menurutnya, isu tersebut muncul setelah ia menyampaikan pandangan mengenai hubungan diplomatik kedua negara.

Baca Juga: Gerindra Dalami Kabar Pertemuan Tokoh Oposisi dengan Dubes Singapura

Dino membantah telah mendatangi kediaman Duta Besar Kwok Fook Seng di Jakarta pada Minggu, 28 Oktober 2026. Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya sedang berada di Perth, Australia, untuk menjadi pembicara dalam sesi perubahan iklim yang diselenggarakan NSM Global Citizen. Ia baru kembali ke Indonesia pada Selasa, 20 Oktober 2026 malam.

"Dalam dua hari belakangan ini ada postingan Instagram entah oleh siapa yang menceritakan seolah-olah saya mendatangi rumah Duta Besar Singapura di Jakarta malam hari, pada hari Minggu, dan didampingi juga oleh Saiful Mujani. Dan postingan ini beredar setelah saya memberikan pernyataan mengenai hubungan Indonesia-Singapura. Nah, karena banyak orang yang menanyakan saya mengenai hal ini, saya ingin memberikan klarifikasi bahwa berita itu 100 persen fiktif, totally fabricated," kata Dino Patti dalam video yang diunggah di Instagramnya @dinopattidjalal, Minggu (25/10).

Dino mengaku mengenal Kwok dengan baik, yang telah bertugas di Indonesia sejak 2022. Namun, ia menyatakan belum pernah berkunjung ke kediaman sang dubes di Jakarta.

"Jadi berita bahwa saya mendatangi rumah beliau pada hari Minggu itu tidak benar. Tapi thank you for the reminder, saya akan segera menelepon beliau untuk mengundang Duta Besar Singapura itu untuk datang ke AKC Library Cafe saya di Kemang dan mengundang, mengajak beliau untuk makan dendeng balado masakan ibu saya yang lezat sekali," ucap dia.

Selain membantah kabar tersebut, Dino menyampaikan keprihatinannya atas penyebaran informasi yang dinilainya tidak benar. Ia menduga pola penyebaran informasi itu merupakan modus baru yang dikemas seolah-olah berasal dari unggahan organik di media sosial.

Dino menilai fenomena tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat sipil karena berpotensi menjadi bentuk intimidasi terhadap kebebasan berpendapat di Indonesia.

Sebelumnya, Dino turut menanggapi isu hubungan Indonesia dan Singapura, khususnya tuduhan bahwa Singapura berkonspirasi untuk menjatuhkan pasar modal Indonesia, menyabotase MSCI, atau mengambil alih aset Indonesia melalui aksi jual saham dengan harga murah. Ia menilai tuduhan tersebut tidak masuk akal.

Menurut Dino, hubungan kedua negara telah terjalin lama melalui berbagai bentuk kerja sama, termasuk di bidang ekonomi, investasi, pendidikan, serta penanganan krisis.

"Itu adalah pandangan tidak masuk akal dan jauh dari realita yang sebenarnya. Mengapa? Karena Singapura merupakan negara tetangga yang memiliki goodwill, trust dan track record kerjasama yang sudah lama teruji oleh Indonesia," ujar Dino melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Kamis, 22 Oktober 2026.

Ia juga menilai Singapura memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas politik dan ekonomi Indonesia. Pasalnya, gejolak yang terjadi di Indonesia berpotensi memberikan dampak terhadap negara tetangganya tersebut.

Dino mengingatkan agar hubungan bilateral kedua negara tidak didasarkan pada kecurigaan tanpa bukti. Menurutnya, tuduhan konspirasi justru dapat bertentangan dengan upaya mempertahankan kerja sama dan stabilitas kawasan.

x|close