Bertemu Putin di Moskow, Presiden Iran Tegaskan Masalah Regional Bisa Diatasi Tanpa AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Okt 2026, 06:33
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Vladimir Putin di Eastern Economic Forum Vladimir Putin di Eastern Economic Forum (Istimewa)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Iran Masoud Pezeshkian bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Selasa, 27 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut, Pezeshkian menegaskan bahwa negara-negara di kawasan mampu menyelesaikan berbagai persoalan regional tanpa melibatkan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Al Arabiya, Kamis, 29 Oktober 2026, Pezeshkian menyampaikan apresiasi kepada Rusia atas dukungan politik dan ekonomi yang diberikan kepada Iran. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama kedua negara untuk menghadapi berbagai tantangan di kawasan secara mandiri.

"Kami dapat mengatasi semua masalah yang kami hadapi di kawasan ini dan menyelesaikan semua masalah regional tanpa Amerika Serikat," kata Pezeshkian saat bertemu Putin di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Forum Negara Pengekspor Gas (GECF).

"Tidak perlu bergantung pada bantuan AS di kawasan ini," imbuhnya, dikutip dari CGTN.

Baca Juga: Jelang Pemilu Sela, AS Instruksikan Negara Teluk Siaga Hadapi Iran

Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin turut membahas perkembangan situasi di Timur Tengah. Pembicaraan berlangsung di tengah kekhawatiran mengenai kemungkinan serangan militer baru oleh AS dan Israel terhadap Iran setelah pemilihan sela atau midterm elections di AS.

Putin menyebut perkembangan situasi regional sebagai hal yang mengkhawatirkan. Meski demikian, ia berharap kondisi di kawasan tersebut dapat bergerak menuju arah yang lebih baik.

Selain membahas persoalan keamanan, Putin menyoroti perkembangan hubungan ekonomi Moskow dan Teheran. Ia mengungkapkan bahwa nilai perdagangan bilateral kedua negara meningkat sebesar 10,4 persen selama delapan bulan pertama 2026.

Putin juga menyampaikan bahwa proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr di Iran masih terus berjalan.

Selain bertemu Pezeshkian, Putin menggelar pembicaraan dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di Moskow.

Pertemuan Rusia dan Iran berlangsung ketika muncul laporan mengenai persiapan kemungkinan serangan militer baru oleh AS dan Israel terhadap Teheran setelah pemilu sela AS yang dijadwalkan pada 3 November 2026. Situasi tersebut mendorong negara-negara di kawasan untuk meningkatkan upaya diplomatik demi menjaga perdamaian.

Sebelumnya, pejabat senior Iran, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menggelar pertemuan keamanan empat negara di Teheran pada Senin, 26 Oktober 2026.

Pertemuan itu dihadiri Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Mohsen Rezaei, Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir, serta Direktur Organisasi Intelijen Nasional Turki Ibrahim Kalin.

Keempat negara sepakat melanjutkan dialog mengenai kerja sama regional, terutama dalam bidang perdamaian dan keamanan. Rezaei menilai perundingan tersebut telah membangun suasana positif bagi penguatan hubungan antarnegara di kawasan.

Ia juga berpandangan bahwa negara-negara regional perlu memperkuat kerja sama untuk menghadapi tantangan keamanan bersama tanpa campur tangan pihak luar.