Ntvnews.id, Taheran - Pejabat senior dari Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menggelar pertemuan dengan pejabat Iran di Teheran pada Senin, 26 Oktober 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah belum tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang antara Iran dan Amerika Serikat.
Kunjungan ini dilakukan tidak lama setelah ketiga negara menyepakati pembentukan aliansi keamanan Mecca Defence Alliance (MDA) atau Aliansi Pertahanan Mekkah.
Dilansir dari AFP, Selasa, 27 Oktober 2026, Iran menyebut pertemuan tersebut bertujuan membahas keamanan regional di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington sejak perang pecah pada Februari lalu. Kunjungan itu juga menjadi bagian dari upaya diplomatik negara-negara anggota Aliansi Mekkah untuk meredakan konflik.
Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Bagheri, menyampaikan bahwa delegasi dari ketiga negara akan membahas pengembangan kerangka kerja keamanan regional di Asia Barat.
Bagheri mengatakan para pejabat tersebut juga dijadwalkan bertemu dengan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, untuk mendiskusikan sejumlah isu keamanan di kawasan.
Dalam kesempatan itu, Bagheri menegaskan sikap Iran yang menolak intervensi maupun pengaruh kekuatan eksternal di kawasan tersebut.
Meski demikian, Bagheri tidak merinci waktu pelaksanaan pertemuan. Media Iran melaporkan pembicaraan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/10).
Delegasi yang disebutkan Bagheri meliputi Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, serta seorang pejabat senior dari Turki.
Sementara itu, Anadolu Agency mengutip sumber keamanan Turki yang menyebut Kepala Organisasi Intelijen Nasional Turki Ibrahim Kalin akan mewakili Ankara dalam pertemuan tersebut.
Tujuan Kunjungan Aliansi Mekkah ke Iran
Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi untuk Diplomasi Publik, Raid Krimly, turut mengonfirmasi kunjungan tersebut melalui unggahan di media sosial X.
Krimly menyampaikan bahwa delegasi ketiga negara juga direncanakan bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, selain mengadakan pembicaraan dengan Mohsen Rezaei.
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah negara-negara anggota Aliansi Mekkah untuk mengurangi ketegangan di tengah krisis yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut Krimly, pertemuan itu juga diarahkan untuk mendorong dialog dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik. Upaya tersebut sekaligus mendukung proses mediasi yang dipimpin Qatar dan Pakistan.
Krimly menilai komunikasi antarpihak mencerminkan komitmen negara-negara anggota aliansi dalam memperkuat keamanan serta menjaga stabilitas regional.
Ia menambahkan, seluruh anggota Aliansi Mekkah berkomitmen menjalin kerja sama dengan negara-negara lain di kawasan guna mewujudkan keamanan dan stabilitas tersebut.
Ilustrasi - Para demonstran anti-perang menggelar protes di dekat Gedung Putih menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Washington DC, Amerika Serikat pada 7 April 2026. Di tengah demonstrasi tersebut, Presiden AS Donald Trump (Antara)