Houthi Kembali Ancam Bandara Riyadh, AS Tingkatkan Peringatan Keamanan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Okt 2026, 11:50
thumbnail-author
Muhamad Ridha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Asap tebal naik di dekat Bandara Internasional King Khalid di timur laut Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (19/9/2026). Asap tebal naik di dekat Bandara Internasional King Khalid di timur laut Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (19/9/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, kembali beroperasi secara terbatas di tengah peringatan Amerika Serikat mengenai potensi serangan lanjutan dari kelompok Houthi di Yaman. Situasi keamanan tersebut juga memicu pembatasan perjalanan bagi personel pemerintah AS di negara itu.

Dalam peringatan keamanan yang diperbarui pada Minggu, 25 Oktober, Kedutaan Besar AS di Arab Saudi menyampaikan bahwa Departemen Luar Negeri AS telah memerintahkan pegawai pemerintah yang tidak bertugas dalam fungsi esensial beserta keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi mulai 23 Oktober. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan meningkatnya risiko keamanan.

"Kelompok Houthi yang didukung Iran telah terlibat dalam aksi permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan terhadap bandara sipil dan infrastruktur penting lainnya yang mengakibatkan korban jiwa di antara warga sipil serta gangguan perjalanan yang parah," ungkap Kedubes AS, sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency pada Minggu, 25 Oktober.

Baca Juga: Houthi Serang Bandara Internasional Riyan di Yaman

Kedutaan juga mengingatkan bahwa ancaman tersebut dapat meluas ke wilayah lain. "Aksi permusuhan ini berpotensi meningkat dengan cepat melampaui wilayah langsung tersebut," tegas pihak kedutaan.

Baca Juga: Fakta-fakta Demo Anak Muda di Barcelona Berujung Ricuh

Kelompok Houthi telah menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, dan sejumlah wilayah lainnya sejak 2014. Bentrokan dengan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali meningkat pada Juli setelah gencatan senjata yang berlangsung sejak 2022 runtuh. Kelompok tersebut juga dilaporkan menyasar fasilitas energi milik Arab Saudi.

Di tengah situasi tersebut, Bandara Internasional King Khalid mulai melayani kembali sebagian penerbangan domestik dan sejumlah penerbangan internasional yang dioperasikan maskapai Saudi pada Minggu, 25 Oktober. Meski begitu, Kedubes AS memperingatkan kemungkinan serangan baru, penutupan wilayah udara, dan pembatalan penerbangan.

Warga negara AS diminta meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan bandara di Arab Saudi. Sementara itu, personel pemerintah AS diwajibkan memperoleh izin khusus sebelum melakukan perjalanan melalui bandara mana pun di negara tersebut.

Ancaman terhadap fasilitas penerbangan juga masih berlanjut. Kelompok Houthi kembali menyatakan bahwa bandara Riyadh tetap menjadi sasaran militer meskipun operasionalnya telah dibuka sebagian.

Bandara itu sebelumnya menghentikan operasional setelah serangan Houthi pada 10 Oktober. Naskah sumber menyebut serangan tersebut menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya.

Pada Minggu, 25 Oktober, Arab Saudi juga dilaporkan kembali mencegat rudal dan drone di tengah berlanjutnya konflik dengan kelompok Houthi.

Baca Juga: Imam Besar Masjidil Haram Kecam Serangan Houthi ke Mekkah dan Madinah

(Sumber: Antara)

x|close