Fakta-fakta Demo Anak Muda di Barcelona Berujung Ricuh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Okt 2026, 09:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi demo Ilustrasi demo (Istimewa)

Ntvnews.id, Barcelona - Kepolisian Spanyol turun tangan untuk mengendalikan kerusuhan yang terjadi dalam demonstrasi yang digelar kelompok anak muda di Barcelona pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Ratusan demonstran berpakaian serba hitam berkumpul di Catalonia Square setelah ajakan berunjuk rasa menyebar melalui media sosial dengan tagar berbahasa Katalan, “Institut Indignats”.

Gerakan tersebut terinspirasi dari “Lycees Indignes”, kelompok yang menjadi penggerak demonstrasi pelajar di Prancis dalam beberapa pekan terakhir.

Anadolu melaporkan, aksi itu berubah menjadi kericuhan setelah sejumlah peserta melakukan penjarahan dan membakar tempat sampah. Mereka juga melemparkan batu serta botol ke arah aparat keamanan hingga polisi melakukan intervensi.

“Beberapa pengunjuk rasa menjarah toko, membakar tempat sampah, serta melemparkan batu dan botol ke arah aparat keamanan, yang memicu intervensi dari pihak kepolisian,” sebut laporan dari Anadolu, Senin 26 Oktober 2026.

Setelah polisi bertindak, para demonstran meninggalkan lokasi secara bertahap dalam kelompok-kelompok kecil. Namun, bentrokan antara aparat dan peserta aksi masih dilaporkan terjadi di sejumlah jalan sekitar lokasi demonstrasi.

Baca Juga: Demo Meluas di Prancis, 135 Orang Ditangkap Polisi

Insiden tersebut menyebabkan beberapa orang terluka, sementara sejumlah lainnya ditahan oleh polisi.

Kerusuhan berlangsung di pusat Barcelona, tidak jauh dari lokasi perkemahan yang telah berdiri selama beberapa pekan. Perkemahan itu didirikan sebagai bagian dari gerakan yang menuntut pemenuhan hak atas perumahan di tengah tingginya perhatian masyarakat dan wisatawan di kawasan tersebut.

Menyusul kericuhan, kepolisian kota Barcelona atau Guardia Urbana mengumumkan penutupan sejumlah ruas jalan di pusat kota. Para pemilik toko juga menurunkan tirai pengaman untuk mengantisipasi kerusakan lebih lanjut.

Presiden Pemerintah Regional Katalonia, Salvador Illa, mengecam aksi kekerasan dan vandalisme yang terjadi selama demonstrasi.

"Serangan, ancaman, atau tindakan yang menimbulkan kerusakan bukanlah hak demokratis. Siapa pun yang melakukan hal ini harus menanggung akibatnya," tulis Illa melalui platform X.

Illa menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun dan tidak memiliki tempat di Katalonia.

x|close