Pesepeda Tewas Terjun ke Jurang di Malang, Kondisi Mengenaskan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Okt 2026, 06:01
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Seorang pesepeda berinisial S asal Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang sedalam sekitar 50 meter di jalur menuju kawasan wisata Coban Kaca, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (25/10/2026). Seorang pesepeda berinisial S asal Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang sedalam sekitar 50 meter di jalur menuju kawasan wisata Coban Kaca, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (25/10/2026). (Malang Raya Info)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang pesepeda berinisial S asal Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang sedalam sekitar 50 meter di jalur menuju kawasan wisata Coban Kaca, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Minggu (25/10/2026).

Korban diduga terjatuh saat berusaha menghentikan laju sepedanya ketika melintasi tikungan tajam di jalur yang sempit. Kondisi jalan di lokasi kejadian disebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam kronologi kecelakaan tersebut.

Berdasarkan informasi yang disampaikan petugas gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi kepada Suryamalang.com, Minggu (25/10/2026), insiden bermula ketika korban melintasi jalur menuju kawasan Coban Kaca.

Saat melewati tikungan tajam, korban diduga berusaha memperlambat sekaligus menghentikan laju sepedanya untuk menjaga keseimbangan.

Namun, ketika mencoba menurunkan kaki kiri sebagai tumpuan, korban justru menginjak tumpukan daun kering yang menutupi permukaan tanah di tepi jalan.

Kondisi tersebut diduga membuat pijakan korban menjadi tidak stabil hingga akhirnya terjatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 50 meter.

Petugas Gabungan Lakukan Evakuasi

Setelah kejadian, petugas gabungan terlibat dalam proses evakuasi korban dari dasar jurang. Medan yang curam dan kedalaman jurang menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan insiden tersebut.

Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia. Namun, informasi lebih lanjut mengenai proses evakuasi, waktu korban ditemukan, serta penanganan jenazah belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan yang tersedia.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pesepeda untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalur dengan medan ekstrem, terutama di kawasan perbukitan dan destinasi wisata alam.

Jalur sempit, tikungan tajam, permukaan jalan yang licin, serta dedaunan kering yang menutupi tepi jalan dapat meningkatkan risiko kehilangan keseimbangan.

Pesepeda disarankan mengendalikan kecepatan sebelum memasuki tikungan, memastikan kondisi rem berfungsi dengan baik, serta tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi jalur dinilai terlalu berisiko.

Keselamatan perlu menjadi prioritas, terutama saat bersepeda di jalur wisata alam yang memiliki sisi jalan berbatasan langsung dengan jurang.

Baca Juga: Kontak Tembak di Nonggoloit, 2 Orang Diduga Anggota OPM Tewas

x|close