Ntvnews.id, Washinhgton D.C - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama melontarkan kritik bernada sindiran terhadap proyek renovasi Gedung Putih yang dilakukan Presiden Donald Trump. Obama membandingkan tampilan bangunan tersebut dengan restoran mewah yang dibangun oleh mantan diktator Irak, Saddam Hussein.
Sindiran itu disampaikan Obama saat menghadiri kampanye di Cleveland, Ohio, untuk mendukung kandidat gubernur dari Partai Demokrat Amy Acton dan calon senator Sherrod Brown menjelang pemilu sela di AS.
"Saya tidak tahu apakah Anda menyadarinya, tetapi dia sepertinya sangat fokus pada renovasi rumah. Dia seharusnya tampil di saluran TV HGTV," ujar Obama yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan para pendukungnya, seperti dilansir Fox News.
Dalam kesempatan tersebut, Obama menyinggung sejumlah proyek perubahan yang digagas Trump di kompleks Gedung Putih. Proyek itu meliputi pembangunan ruang dansa atau ballroom, perubahan desain Taman Mawar (Rose Garden), pembangunan landasan helikopter di Halaman Selatan, hingga penggunaan dekorasi bernuansa emas yang dianggapnya berlebihan.
"Dia membuat Gedung Putih terlihat seperti Saddam Hussein baru saja membuka restoran The Cheesecake Factory. Semuanya penuh dengan ornamen emas," seloroh Obama.
Baca Juga: 3 Media AS Gugat Pemerintahan Trump soal Larangan Masuk Gedung Putih
Pemerintahan Trump memang tengah menjalankan sejumlah proyek pembaruan fasilitas di lingkungan Gedung Putih. Salah satunya adalah pemasangan paving batu kapur di area Rose Garden untuk mendukung penyelenggaraan acara luar ruangan.
Selain itu, fasilitas pendaratan helikopter Marine One juga diperbarui dengan menggunakan material granit. Pemerintah AS turut merancang pembangunan gedung ballroom permanen untuk menggantikan tenda sementara yang selama ini digunakan dalam acara kenegaraan berskala besar.
Tak hanya mengkritik perubahan fisik Gedung Putih, Obama juga memanfaatkan kampanye di Ohio untuk menyoroti kebijakan luar negeri Trump. Ia secara khusus mengkritik pendekatan pemerintah AS terhadap konflik dengan Iran yang dinilainya turut mendorong kenaikan harga energi bagi masyarakat.
Obama sekaligus membela kesepakatan nuklir Iran atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang dirintis pada masa pemerintahannya. Kesepakatan tersebut kemudian ditinggalkan Amerika Serikat pada 2018, ketika Trump menjabat sebagai presiden.
Menutup pernyataannya dalam kampanye itu, Obama mengajak masyarakat Ohio untuk berpartisipasi dalam pemilu sela dengan memberikan dukungan kepada para kandidat Partai Demokrat.
Gedung Putih Amerika Serikat (Antaranews)