Trump Pastikan AS Tak Serang Iran sebelum Pemilu Paruh Waktu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Okt 2026, 13:54
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Seorang pengunjuk rasa memegang poster di depan Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 7 April 2026. Seorang pengunjuk rasa memegang poster di depan Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 7 April 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pemilu paruh waktu AS yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 8 Oktober 2026, meskipun blokade Amerika Serikat terhadap Iran masih berjalan.

Trump juga menilai komunikasi yang tengah berlangsung dengan Teheran menunjukkan perkembangan positif. Ia menyampaikan hal tersebut melalui unggahan di media sosial Truth Social.

"Kami tidak akan menyerang Iran kapan pun sebelum Pemilu Paruh Waktu yang akan diadakan di AS pada 3 November," tulis Trump di media sosial Truth Social, dikutip Jumat, 9 Oktober 2026.

" Kami sedang melakukan pembicaraan produktif dengan Republik Islam Iran," kata Trump, seraya menambahkan bahwa negara itu berada dalam "kondisi yang sangat buruk" secara ekonomi dan militer.

Baca Juga: Trump Ancam Serang Iran jika Terbukti Terlibat dalam Insiden Flydubai

Trump menegaskan bahwa blokade Amerika Serikat tetap diberlakukan secara penuh. Ia juga mengklaim sebanyak 22 juta barel minyak telah melintasi Selat Hormuz dalam semalam, tanpa ada minyak yang berasal dari Iran maupun dikirim ke negara tersebut.

Dalam unggahannya, Trump menutup pernyataan dengan menegaskan sikapnya terkait program nuklir Iran.

"IRAN TIDAK AKAN MEMILIKI SENJATA NUKLIR!"

Sementara itu, Financial Times melaporkan pada Kamis, 8 Oktober 2026, bahwa arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mengalami penurunan tajam.

Baca Juga: Trump Sebut AS Bakal Serang Iran Usai Batalkan Nota Kesepahaman Perdamaian

Berdasarkan data awal, volume minyak yang melewati selat tersebut pada Selasa, 6 Oktober 2026, hanya mencapai 4 juta barel. Angka itu jauh di bawah rata-rata mingguan pada akhir September yang mencapai 15 juta barel per hari.

Sebelum Amerika Serikat dan Israel memulai operasi militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, rata-rata 21,6 juta barel minyak melintasi Selat Hormuz setiap hari pada kuartal IV 2025. Menurut Badan Informasi Energi AS, jumlah tersebut setara dengan sekitar seperlima konsumsi minyak dunia.

(Sumber: Antara)

x|close