Ntvnews.id, Ankara - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan negaranya akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu, 8 Juli 2026. Pernyataan itu disampaikan menjelang pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki.
Trump mengatakan langkah tersebut diambil sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
"Mereka (Iran) meluncurkan serangkaian drone dan satu rudal ke kapal-kapal, karena mereka berada di selat, yang mana mereka berhak berada di sana," kata Trump, dikutip dari Sky News, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia menjelaskan serangan militer AS ke target-target Iran di kawasan Selat Hormuz pada Selasa dilakukan sebagai balasan atas tindakan tersebut.
"Kita mungkin akan menyerang mereka lagi dengan keras malam ini. Aku akan memberi mereka sedikit peringatan," ujar Trump.
"Kita akan memberi mereka pukulan telak malam ini. Tapi kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti," imbuh dia.
Baca Juga: Netanyahu Bantah Trump Batasi Operasi Israel di Lebanon
Sebelum mengumumkan rencana serangan lanjutan itu, Trump juga menyatakan nota kesepahaman (MoU) perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran tidak lagi memiliki arti.
"Buat saya itu sudah berakhir," kata Trump di sela konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO di Ankara.
Dia kemudian menambahkan, "Itu cuma menghabiskan waktu membuat kesepakatan dengan mereka."
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada awal Juni 2026 dari lokasi yang berbeda tanpa pertemuan langsung. Kesepakatan itu memuat komitmen kedua negara untuk menghentikan pertempuran di seluruh medan konflik serta tidak memulai serangan dalam bentuk apa pun.
Selain itu, perjanjian tersebut juga memberikan waktu selama 60 hari bagi Washington dan Teheran untuk melakukan perundingan guna mengakhiri konflik yang berlangsung.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)