Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut turun tangan dalam polemik hukuman kartu merah yang diterima penyerang Timnas AS, Folarin Balogun, di ajang Piala Dunia 2026. Trump dikabarkan menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino sebelum badan sepak bola dunia itu memutuskan menangguhkan sanksi terhadap Balogun.
Sebelumnya, Balogun dipastikan tidak dapat tampil pada laga babak 16 besar melawan Belgia setelah menerima kartu merah langsung dalam pertandingan babak 32 besar. Kartu merah tersebut diberikan usai Balogun menginjak kaki bek Bosnia pada laga yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Amerika Serikat.
Sesuai regulasi FIFA, kartu merah langsung secara otomatis membuat seorang pemain harus menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan. Aturan tersebut juga tidak membuka ruang bagi tim untuk mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan.
Namun, FIFA kemudian mengambil keputusan yang mengejutkan dengan menangguhkan hukuman tersebut selama satu tahun. Badan sepak bola dunia itu tidak memberikan penjelasan khusus mengenai alasan di balik perubahan keputusan tersebut.
Sumber yang mengetahui persoalan itu menyebut Donald Trump secara pribadi menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino pada pekan lalu. Dalam percakapan tersebut, Trump meminta Infantino meninjau kembali hukuman yang dijatuhkan kepada Balogun.
Baca Juga: Perdana Menteri Jepang Ganti Mobil Dinas, Gunakan SUV Termewah Toyota Century
Setelah FIFA mengumumkan penangguhan sanksi, Trump menyampaikan apresiasinya melalui platform Truth Social.
"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membalikkan ketidakadilan besar!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya seperti dilansir dari detikSport.
Keputusan FIFA itu langsung memicu kontroversi karena dinilai bertentangan dengan aturan yang selama ini berlaku. Langkah tersebut juga memancing reaksi keras dari pihak Belgia yang akan menjadi lawan Amerika Serikat pada babak 16 besar.
Pejabat sepak bola Belgia menyatakan terkejut atas keputusan FIFA yang dinilai "bertentangan langsung" dengan regulasi badan sepak bola dunia tersebut.
Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia pun menyatakan sedang "menyelidiki semua opsi potensial" untuk "menjaga hak-hak sah semua tim yang berpartisipasi dan untuk melindungi prinsip-prinsip dasar permainan yang adil dalam olahraga kami," katanya.
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, turut melontarkan sindiran terhadap keputusan FIFA tersebut.
"Saya tidak tahu bahwa di Piala Dunia FIFA tanggal 5 Juli sekarang menjadi tanggal 1 April, dan itu adalah Hari April Mop," tambah pelatih Belgia Rudi Garcia, dalam konferensi pers.
Presiden FIFA, Gianni Infantino (X)