Pelayat Ali Khamenei Serukan Balas Dendam, Sebut Hal Ini ke Trump

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jul 2026, 01:12
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Puluhan ribu orang berkumpul dalam upacara perpisahan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Masjid Imam Khomeini Mosalla di Teheran, Iran, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Puluhan ribu orang berkumpul dalam upacara perpisahan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Masjid Imam Khomeini Mosalla di Teheran, Iran, pada Sabtu, 4 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Jumlah pelayat yang menghadiri upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu, 5 Juli 2026, dilaporkan meningkat signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Di tengah prosesi tersebut, sejumlah pelayat menyerukan tuntutan balas dendam terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas kematian pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Dilansir dari Al Jazeera, Senin, 6 Juli 2026, para pelayat yang mengenakan pakaian serba hitam berjalan menuju lokasi pemakaman sambil membawa berbagai spanduk dan bendera sebagai bentuk penghormatan kepada Ayatollah Ali Khamenei. Dalam prosesi itu, sebagian pelayat juga menyuarakan seruan yang ditujukan kepada Presiden Trump.

"Saya datang ke sini untuk berteriak dan menuntut balas dendam," kata salah satu pelayat yang bekerja sebagai pedagang kelontong, Gholamreza Sabooni (29).

"Mereka membunuh imam kami, kita harus membunuh pemimpin mereka, Trump," lanjut dia.

Baca Juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Bukan Arena Unjuk Kekuatan Militer Negara Asing

Pemerintah Amerika Serikat sendiri telah memantau berbagai ancaman yang berasal dari Iran terhadap Trump dan sejumlah pejabat pemerintahannya selama bertahun-tahun. Situasi tersebut bermula setelah Trump memerintahkan operasi yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani pada 2020, yang saat itu memimpin Pasukan Quds dari Garda Revolusi Iran.

Seorang pelayat lainnya, Mohammad Reza Sharifi, menilai kebijakan luar negeri Iran seharusnya mampu memberikan respons yang lebih tegas terhadap tindakan yang dianggap menyerang kepemimpinan negara mereka.

"Kebijakan luar negeri kita seharusnya tidak dibentuk sedemikian rupa sehingga darah pemimpin kita yang gugur dinodai dan negara-negara lain mampu melakukan hal-hal seperti itu, tanpa tanggapan serius dari pemerintah dan sistem diplomatik kita," kata pelayat Mohammad Reza Sharifi.

Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei sendiri terus berlangsung dengan dihadiri jutaan warga Iran yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang telah memegang posisi tertinggi di Republik Islam Iran selama beberapa dekade tersebut.

x|close