Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Iran Masoud Pezeshkian melontarkan kritik kepada berbagai lembaga internasional karena dinilai gagal menghentikan tindakan Israel di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Menurut Pezeshkian, badan-badan internasional memilih bungkam meskipun Israel secara terbuka menyampaikan pernyataan mengenai pembunuhan serta serangan yang menyasar target tertentu.
Dalam pidatonya pada sebuah konferensi di Aula KTT Teheran yang digelar untuk memperingati mendiang mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei, Pezeshkian menyebut organisasi internasional beserta para pembela hak asasi manusia seharusnya berperan mencegah tindakan tersebut. Namun, menurut dia, yang terjadi justru pemberian dukungan politik maupun logistik.
Ia juga menuding Israel telah melancarkan serangan ke sejumlah negara di kawasan dan menjadi penyebab berbagai krisis serta ketidakstabilan di Timur Tengah. Pezeshkian menegaskan bahwa negara-negara Muslim bukan pihak yang memulai agresi tersebut.
Baca Juga: Ini Utusan Indonesia untuk Hadiri Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei di Iran
Selain itu, Pezeshkian menyinggung dimulainya "kepemimpinan baru" bagi komunitas Islam. Ia mengatakan kepemimpinan saat ini memikul tanggung jawab besar, sementara pemerintahannya akan terus berupaya mewujudkan cita-cita revolusi, memperkuat persatuan umat Islam, serta memperluas solidaritas di antara negara-negara Muslim.
Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan dimulainya rangkaian upacara pemakaman Khamenei di Teheran. Ribuan pelayat tampak memadati Masjid Imam Khomenei Mosalla untuk mengikuti prosesi tersebut.
Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Peristiwa itu memicu perang yang berlangsung selama beberapa pekan hingga akhirnya tercapai gencatan senjata melalui mediasi Pakistan pada April, yang kemudian disusul kesepakatan sementara pada Juni.
Berdasarkan jadwal resmi, rangkaian acara penghormatan terakhir akan terus berlangsung di Teheran sepanjang akhir pekan dengan dihadiri para kepala negara, pejabat tinggi, serta tokoh agama.
Baca Juga: Oposisi Israel Beri Sinyal Perbedaan dengan Netanyahu dalam Kebijakan Luar Negeri
Prosesi penghormatan publik dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026, dan Minggu, 5 Juli 2026, sebelum pemakaman utama digelar di Teheran pada Senin, 6 Juli 2026. Setelah itu, rangkaian upacara akan berlanjut ke Qom pada Selasa, 7 Juli 2026.
Selanjutnya, pada Rabu, 8 Juli 2026, upacara dijadwalkan berlangsung di Irak, termasuk di Baghdada, Najaf, dan Karbala. Di lokasi tersebut, jenazah akan disambut oleh para tokoh agama dan politik sebelum dibawa menuju sejumlah tempat suci umat Syiah.
Rangkaian pemakaman akan ditutup dengan prosesi penguburan terakhir yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026, di Makam Imam Ali Reza, yang berada di timur laut Kota Mashhad dan dikenal sebagai salah satu situs paling suci bagi umat Syiah.
(Sumber: Antara)
Ribuan pelayat menghadiri upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di Masjid Imam Khomeini Mosalla di Teheran, Iran, pada 4 Juli 2026. Khamenei meninggal dunia dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Bendera Iran terlihat selama upacara tersebut. (Antara)