Ntvnews.id, Jakarta - Kawasan wisata religi Pesarean Gunung Kawi di Kabupaten Malang kembali menjadi pusat perhatian netizen. Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah foto yang menampilkan price list atau daftar harga paket selamatan dan nazar. Unggahan ini memicu perdebatan sengit mengenai stigma pesugihan yang selama ini melekat pada lokasi tersebut.
Kehebohan ini bermula dari unggahan akun X (sebelumnya Twitter) @hapeblekberi yang kemudian dibagikan ulang oleh berbagai akun viral lainnya. Dalam foto tersebut, tampak papan informasi resmi yang mencantumkan rincian biaya berbagai jenis hidangan ritual, mulai dari ayam besek hingga tumpeng sapi bernilai puluhan juta rupiah.
Sontak, unggahan tersebut menuai beragam reaksi. Beberapa netizen melontarkan komentar satir, mengaitkannya dengan investasi atau Return on Investment (ROI).
"Ternyata di Gunung Kawi beneran ada price list-nya jir wkwkwk. Ini gak ada info projected ROI-nya kah?" tulis akun @hanif, 6 Juli 2026.
Meskipun banyak dikaitkan dengan isu pesugihan, sejumlah peziarah dan warga net yang paham akan tradisi di lokasi tersebut segera memberikan klarifikasi. Daftar harga tersebut bukanlah tarif untuk membeli kekayaan secara gaib, melainkan biaya pemesanan makanan untuk ritual selamatan atau pemenuhan nazar (janji).
Berdasarkan papan informasi tersebut, berikut adalah rincian biaya yang ditawarkan bagi para peziarah:
• Paket Ayam & Telur:
1. Ayam Besek: Rp130.000
2. Tumpeng Ayam: Rp270.000 – Rp330.000
3. Tumpeng Ayam Hias (Nasi Putih/Kuning): Rp510.000 – Rp630.000
4. Telur Besek/Tumpeng: Rp100.000 – Rp260.000
• Paket Kambing:
1. Kambing Besek: Rp150.000
2. Tumpeng Kambing: Rp610.000 – Rp650.000
3. Tumpeng Kambing Ekoran: Rp2.400.000
4. Tumpeng Kambing Hias: Rp930.000 – Rp980.000
5. Satu Ekor Kambing Sajen: Rp2.500.000
• Paket Premium & Kesenian:
1. Sapi Sajen: Rp20.000.000
2. Tumpeng Sapi: Rp25.000.000
3. Wayang Kulit: Rp7.000.000
4. Wayang Ruwatan: Rp15.000.000
Kawasan Gunung Kawi sejatinya terbagi menjadi dua titik utama: Keraton dan Pesarean. Papan daftar harga yang viral tersebut berada di area Pesarean. Berbeda dengan citra pesugihan yang sering digambarkan di film-film, Pesarean Gunung Kawi sebenarnya merupakan kompleks makam dua tokoh pejuang yang dihormati, yakni Eyang Jugo (Kyai Zakaria)dan Raden Mas Imam Soedjono.
Keduanya dikenal sebagai sosok ulama dan pengikut Pangeran Diponegoro yang menyebarkan ajaran kebaikan. Akun @vekta*** menjelaskan bahwa selamatan dilakukan sebagai bentuk penghormatan atau syukur atas hajat yang terkabul, sesuai dengan kepercayaan masing-masing peziarah.
Baca Juga: Respons Sarwendah Usai Dituding Ikut Pesugihan Gunung Kawi
Klarifikasi mengenai ritual di Gunung Kawi juga pernah dibahas dalam kanal YouTube Pesulap Merah saat mewawancarai Sunarto, salah satu kuncen di lokasi tersebut. Sunarto menegaskan bahwa tidak ada praktik pesugihan hitam yang melibatkan tumbal atau perjanjian gaib di Pesarean.
"Penyembelihan ayam, kambing, maupun sapi itu dilakukan sebagai bentuk syukuran atau nazar ketika seseorang merasa keinginannya telah dikabulkan oleh Tuhan YME," ujar Sunarto.
Yang menarik, ritual ini memiliki dampak sosial ekonomi bagi warga sekitar. Sunarto menjelaskan bahwa hewan yang disembelih tidak dibuang atau dipersembahkan kepada jin, melainkan dimasak dan dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat sekitar, terutama warga yang membutuhkan dan para peziarah yang hadir.
Munculnya daftar harga ini secara tidak langsung membuka tabir transparansi pengelolaan kegiatan di Gunung Kawi. Alih-alih menjadi bukti praktik pesugihan, daftar tersebut justru menunjukkan adanya sistem pengelolaan selamatan yang terorganisir bagi para peziarah yang ingin berbagi sedekah sebagai bentuk rasa syukur.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyerap informasi di media sosial agar tidak terjebak dalam stigma negatif yang belum tentu terbukti kebenarannya.
Daftar harga selametan di Gunung Kawi (Instagram)