Ntvnews.id, Jakarta - Arab Saudi menjadi sorotan dalam prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei setelah ayat Al-Qur'an yang dibacakan saat delegasi kerajaan memberikan penghormatan terakhir ramai diperbincangkan di media sosial.
Ali Khamenei diketahui gugur pada usia 86 tahun dalam serangan udara Amerika Serikat-Israel di kompleks kediamannya pada 28 Februari lalu. Prosesi pemakaman baru dimulai dan dijadwalkan berlangsung selama enam hari.
Mengutip Al-Jazeera dan Xinhua, Minggu (5/7/2026), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan sedikitnya 110 negara mengirimkan perwakilan untuk menghadiri rangkaian upacara pemakaman tersebut. Pernyataan itu disampaikan Baghaei dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, IRIB TV.
Sejumlah negara yang mengirimkan kepala negara maupun delegasi antara lain Pakistan, Tajikistan, Armenia, Georgia, Turki, India, China, Rusia, Afghanistan, Bangladesh, Qatar, Arab Saudi, serta Indonesia. Sementara itu, Amerika Serikat bersama sejumlah negara Barat tidak menghadiri prosesi tersebut.
Indonesia mengirimkan Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, sebagai wakil dalam upacara pemakaman. Adapun Arab Saudi mengutus delegasi yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Walid Al-Khuraiji.
Baca Juga: IHSG pada Perdagangan Senin Dibuka Menguat ke Level 5.893
Kehadiran delegasi Saudi menjadi perhatian karena momen penghormatan terakhir di hadapan peti jenazah Ali Khamenei diiringi pembacaan ayat Al-Qur'an yang dipilih oleh pihak Iran.
Mengutip Al-Jazeera dan Tasnim News, Walid Al-Khuraiji memimpin delegasi Arab Saudi saat memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei pada Jumat (3/7/2026). Kehadirannya dinilai tidak terduga.
Pasalnya, pada Maret lalu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud sempat mendesak Iran untuk "menghitung ulang" strateginya setelah serangan balasan berulang kali terhadap pangkalan Amerika Serikat di wilayah kerajaan. Pangeran Faisal ketika itu juga menegaskan bahwa toleransi terhadap serangan yang menyasar negara-negara Teluk memiliki batas.
Sorotan kemudian tertuju pada ayat Al-Qur'an yang dibacakan qari Iran saat delegasi Saudi memberikan penghormatan. Iran memilih membacakan QS Ali Imran ayat 13 yang merujuk pada dua pasukan yang saling berhadapan dalam Pertempuran Badar pada abad ketujuh.
Berikut terjemahan ayat tersebut:
"Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran. Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)."
Pemilihan ayat tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan di media sosial. Video yang merekam momen pembacaan ayat saat delegasi Arab Saudi berada di hadapan peti jenazah Khamenei pun viral di berbagai platform, dengan banyak warganet menarasikan bahwa Iran sedang menyampaikan pesan kepada Arab Saudi melalui ayat yang dipilih dalam prosesi tersebut.
Orang-orang berkumpul di Teheran, Iran, pada 1 Maret 2026, untuk menunjukkan bela sungkawa atas kematian Ayatollah Ali Khamenei. (Antara)