Ntvnews.id, Taheran - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dipastikan tidak akan hadir secara langsung dalam rangkaian prosesi pemakaman mendiang ayahnya, mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan situasi keamanan yang dinilai masih berisiko tinggi.
Dilansir dari Al Jazeera, Senin, 6 Juli 2026, Pejabat senior Iran Ayatollah Hakim Elahi menjelaskan bahwa absennya Mojtaba Khamenei dalam upacara pemakaman dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap potensi ancaman keamanan. Menurutnya, Mojtaba masih berpotensi menjadi target serangan Israel.
Ia menuturkan bahwa ancaman serta kemungkinan pengintaian oleh pihak Israel membuat kemunculan Mojtaba di ruang publik dinilai terlalu berbahaya. Selain membahayakan dirinya, kehadiran Mojtaba juga dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko bagi jutaan pelayat yang mengikuti prosesi pemakaman, sebagaimana dikutip dari NDTV.
Sementara itu, jenazah Ali Khamenei dijadwalkan dimakamkan di Kota Mashhad pada 9 Juli mendatang. Pemerintah Iran telah menggelar rangkaian penghormatan terakhir di Teheran pada Sabtu, 4 Juli 2026 dan akan melanjutkannya di Kota Qom pada 7 Juli.
Pihak berwenang Iran memperkirakan jutaan warga akan turut serta dalam prosesi berkabung yang berlangsung selama enam hari. Besarnya jumlah pelayat menjadikan pemakaman Ali Khamenei sebagai salah satu peristiwa internasional yang paling mendapat perhatian dunia.
Baca Juga: Israel Incar Mojtaba Khamenei ke Daftar Target Pembunuhan
Di berbagai wilayah Iran, poster dan baliho berukuran besar yang menampilkan sosok mendiang Ali Khamenei juga tampak dipasang sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Ini bukan kali pertama Mojtaba Khamenei tidak menghadiri pemakaman anggota keluarganya. Berdasarkan laporan IranWire yang dilengkapi dokumentasi foto, Mojtaba juga tidak hadir dalam prosesi pemakaman istrinya, Zahra Hadad Adel, yang digelar pada Rabu, 1 Juli 2026.
Zahra termasuk salah satu korban yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari lalu, bersama dengan Ali Khamenei.
Media-media Iran sebelumnya menayangkan foto-foto upacara pemakaman Zahra yang berlangsung di Sekolah Menengah Atas Farhang dan dihadiri oleh ayahnya, Gholam Ali Hadad Adel.
Sekolah Farhang diketahui didirikan oleh Gholam Ali Hadad Adel. Zahra, yang lahir pada 1979, berprofesi sebagai guru di cabang putri sekolah tersebut di Teheran. Ia juga memiliki latar belakang pendidikan ilmu komunikasi dengan konsentrasi jurnalistik dari Universitas Allameh Tabataba'i.
Papan reklame yang menampilkan mendiang mantan pemimpin Iran Ali Khamenei dan putranya, Mojtaba Khamenei, yang tewas dalam serangan AS dan Israel (28/2) terlihat dipasang di jalan raya Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut, Lebanon, Selasa, 21 (Antara)