Iran Tegaskan Selat Hormuz Bukan Arena Unjuk Kekuatan Militer Negara Asing

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jul 2026, 17:45
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Situasi Selat Hormuz di dekat Khasab, kota kecil di Oman utara, Sabtu, 20 Juni 2026. Situasi Selat Hormuz di dekat Khasab, kota kecil di Oman utara, Sabtu, 20 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Pemerintah Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak boleh dijadikan lokasi unjuk kekuatan militer oleh negara-negara di luar kawasan. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi.

"Iran, sebagai otoritas yang bertanggung jawab dan penjamin keamanan di selat tersebut, memperingatkan terhadap setiap pergerakan militer di jalur perairan yang sensitif itu," tulis Gharibabadi melalui akun media sosial X.

Ia menegaskan keamanan Selat Hormuz merupakan tanggung jawab Iran dan Oman. Pernyataan itu sekaligus menjadi tanggapan terhadap pernyataan bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dirilis pada Jumat, 3 Juli 2026.

Dalam pernyataan tersebut, Starmer dan Macron menyebut Selat Hormuz sebagai jalur vital bagi perekonomian dunia. Keduanya juga menilai pemulihan keamanan pelayaran bagi kapal-kapal dari seluruh negara di kawasan itu merupakan kepentingan global.

Baca JugaIran Sebut Selat Hormuz Sudah Terbuka Penuh untuk Kapal Dagang

Inggris dan Prancis juga menyatakan bahwa Oman telah sepakat bekerja sama dengan kedua negara untuk memastikan keamanan pelayaran di wilayah perairan teritorialnya.

Di sisi lain, kantor berita semiresmi Iran, Fars, melaporkan pada Sabtu bahwa delapan kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz di sepanjang pesisir Oman memutuskan berbalik arah. Informasi tersebut mengacu pada data pelacakan maritim terbaru.

Laporan serupa juga disampaikan Bloomberg. Media tersebut menyebut sejumlah kapal sempat mencapai ujung Semenanjung Musandam yang mengarah ke titik tersempit Selat Hormuz sebelum akhirnya berbalik arah secara mendadak.

"Satu kapal tanker minyak mentah, dua kapal tanker produk minyak, dan satu kapal kargo curah kemudian berlayar ke arah utara untuk mengambil rute keluar" sesuai arahan Iran, menurut laporan tersebut.

Baca JugaKomite Bersama Iran-Oman Resmi Gelar Pertemuan Perdana Bahas Selat Hormuz

Sejak 28 Februari, Iran memperketat pengawasan di Selat Hormuz dengan melarang kapal-kapal yang dimiliki maupun berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat melintas secara aman. Langkah itu diambil setelah serangan gabungan kedua negara tersebut terhadap wilayah Iran.

(Sumber: Antara)
 
 
x|close