Trump Puji Kekuatan Militer AS dan Kritik Komunisme saat Peringatan Hari Kemerdekaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jul 2026, 17:34
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, AS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memanfaatkan pidato peringatan Hari Kemerdekaan AS pada Sabtu, 4 Juli 2026 malam untuk menonjolkan kekuatan militer negaranya sekaligus melontarkan kritik terhadap komunisme.

Dalam acara Salute to America yang digelar untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, Trump menyebut negaranya sebagai “rumah kebebasan” dan “tanah kebebasan.”

Sepanjang pidatonya, Trump beberapa kali menegaskan bahwa komunisme tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dianut Amerika Serikat.

"Kita tidak ingin komunis ada di negara kita. Itu tidak pernah berhasil, dan tidak akan pernah berhasil," kata dia, lalu menambahkan bahwa sistem komunis sangat bertentangan dengan kebebasan dan hak konstitusional Amerika.

Baca JugaPuluhan Negara Bagian AS Gugat Kebijakan Trump, Apa Itu?

Trump juga mengibaratkan komunisme sebagai “kanker”. Menurutnya, ideologi yang bertujuan menghapus kepemilikan pribadi dan kelas sosial tersebut “harus segera dihentikan”.

“Rakyat Amerika tidak boleh lupa bahwa kita adalah bangsa yang bersejarah dan heroik dengan semangat heroik dan tujuan heroik di bumi kita yang indah ini,” kata Trump.

“Tidak seperti banyak negara lain di dunia, di negara ini kita memiliki kebebasan berbicara, kebebasan beragama, keadilan yang setara di mata hukum… dan hak untuk memiliki dan memanggul senjata,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Trump juga kembali menegaskan dukungannya terhadap hak kepemilikan senjata. Ia mengatakan selama menjabat sebagai presiden, dirinya menjadi pembela kuat Amandemen Kedua Konstitusi Amerika Serikat.

Baca JugaBuntut Kebijakan Trump, Kerusuhan di Amerika Serikat Meluas

Meski tidak menyebut nama tokoh politik tertentu, pernyataannya dinilai mengarah kepada sejumlah politikus berhaluan sosial demokrat yang memenangi pemilihan pendahuluan Partai Demokrat menjelang pemilu paruh waktu pada November mendatang.

Selain isu domestik, Trump juga menyinggung peningkatan perekrutan personel militer di Amerika Serikat.

“Untuk masuk ke militer kita sekarang itu sulit. Dua tahun lalu, kita tidak bisa mendapatkan pekerjaan, dan sekarang pekerjaan itu melimpah,” ujar Trump.

Ia kemudian mengungkit operasi Amerika Serikat terhadap Iran dan Venezuela sebagai contoh meningkatnya kekuatan negaranya di panggung internasional.

“Anda lihat Venezuela, Anda lihat Iran, kita memusnahkannya, memusnahkan militer mereka,” katanya.

Trump turut menyinggung Terusan Panama yang disebutnya sebagai simbol pencapaian besar Amerika Serikat.

Ia menyebut kanal tersebut sebagai “salah satu prestasi teknik terbesar sepanjang masa” dan mengatakan 38.000 orang Amerika tewas selama pembangunannya.

Menutup pidatonya, Trump mengaitkan patriotisme, kekuatan militer, dan pertumbuhan ekonomi sebagai fondasi kebangkitan Amerika Serikat.

“Impian Amerika telah kembali, sangat kuat dan indah,” katanya.

“Hari ini negara kita kembali menang, dan kita menang dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Trump.

Setelah pidato berakhir, perayaan dilanjutkan dengan pertunjukan kembang api dan konser.

Acara tersebut sempat dimulai lebih dari satu jam dari jadwal akibat cuaca buruk di Washington. Sejumlah agenda pada siang hari ditunda karena suhu yang tinggi, sementara hujan dan angin kencang membuat banyak peserta mencari tempat berlindung sebelum upacara dimulai.

(Sumber: Antara)
 
 
x|close