Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan adanya ancaman baru terhadap identitas nasional Amerika Serikat yang menurutnya berasal dari kelompok "radikal dan ekstremis" di dalam negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump menjelang peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Dalam pidatonya, Trump menekankan keistimewaan bangsa Amerika sekaligus memberikan penghormatan kepada para pemimpin terdahulu yang dinilainya telah membangun fondasi negara.
Trump menyampaikan pidato tersebut di kawasan Gunung Rushmore, monumen bersejarah yang menampilkan pahatan wajah empat presiden legendaris Amerika Serikat.
"Menjelang hari jadi yang luar biasa ini, kita melihat identitas Amerika kita kembali dironrong. Ada kebangkitan kembali ancaman komunis di tanah air kita," ujar Trump, seperti dikutip AFP.
Pernyataan itu sejalan dengan narasi yang belakangan terus diangkat Trump setelah sejumlah kandidat sayap kiri anti-kemapanan dari Partai Demokrat meraih kemenangan mengejutkan dalam pemilihan pendahuluan di Amerika Serikat.
Menjelang pemilihan paruh waktu yang akan digelar pada November mendatang, Trump menggambarkan kebangkitan kelompok kiri tersebut sebagai gerakan "komunis" yang menurutnya tengah berkembang dan menjadi ancaman serius bagi negara.
Baca Juga: Trump Sebut Pertemuan AS-Iran di Qatar Berlangsung Positif
"Dalam beberapa tahun terakhir, ada upaya nyata untuk mengubah karakter istimewa ini, mematikan semangat Amerika, dan menjauhkan kita dari sejarah kita sendiri," ujar Trump.
Meski kali ini tidak menggunakan retorika anti-imigran yang biasanya kerap muncul dalam pidato-pidatonya, Trump tetap menegaskan pentingnya kecintaan terhadap nilai-nilai dan identitas Amerika.
"Anda tidak harus lahir di sini, tetapi Anda wajib mencintai apa yang telah kita bangun," ujarnya.
Di tengah momentum perayaan besar Amerika Serikat, politikus Partai Republik berusia 80 tahun itu tampak memanfaatkan berbagai kesempatan untuk memperkuat pesan politiknya kepada publik.
Pada peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli, Trump dijadwalkan menggelar acara bergaya kampanye di National Mall, Washington. Kegiatan tersebut akan dimeriahkan dengan atraksi pesawat tempur militer serta pertunjukan kembang api yang menurut Trump akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)